Ibu Muda Kamar Kos Sebelah

Tetangga sebelah kanan kiri kamarku adalah pasangan yang berkeluarga. Ada bapak dan bu Evi (karena anaknya namanya Evi) keluarga dengan satu anak perempuan disebelah kiri kamarku. Dan keluarga mas Anto dan mbak Diah (begitu aku memanggil mereka) disebelah kanan kamarku, keluarga muda dengan satu anak perempuan juga yang berumur sekitar 2 tahunan. Aku tidak begitu kenal dengan tetangga lainnya karena memang sangat jarang bertemu. Umumnya mereka mengurung diri dikamar entah apa kegiatan mereka. Aku sendiri bujangan yang baru mulai bekerja pada sebuah perusahan yang cukup bonafid. Hari hariku biasanya aku habiskan pergi sama teman teman, itu sebabnya aku jarang berinteraksi dengan tetangga kostku.

Bu Evi orangnya kecil mungil, kulit hitam manis tapi punya toked yang agak berlebihan sehingga kalo lama diperhatikan seperti menantang (dasar mupeng) sedangkan mbak diah, punya perawakan sintal, kulitnya putih bersih, wajahnya juga sangat mempesona (masuk katagori cantik), ramah dan banyak senyum. Aku sendiri sering dapat senyuman nya. Nggak tahu kenapa aku sering cari kesempatan untuk bertemu muka biar kecipratan senyum manisnya. Aku sendiri cukup akrab dengan mas Anto karena kantor kami bersebelahan. Mas Anto bekerja sebagai Security. Seringkali aku diminta bantuan sama mbak Diah untuk jagain si kecil Endah kalo dia lagi sibuk dengan pekerjaan rumahnya, dan aku dengan senang hati melakukannya. Sebagai imbalan biasanya aku nitip cucian barang sepotong dua potong. Merekalah dua wanita yang menjadi topic ceritaku nanti.

Episode Mbak diah.

Pada suatu hari aku pulang malam sekitar jam 2an, aku ingat sekali itu malam minggu sehabis jalan sama teman temanku, aku bermaksud mengambil jemuran dibelakang kamar yang sore tadi dicuciin sama mbak Diah, takut kena hujan nanti bau. Aku merasa ada yang tidak biasa. Didepan pintu kamar belakang mbak Diah aku melihat sepasang sandal yang aku yakin bukan punya mas Anto. Penasaran aku balik kedepan mencari motor mas Anto, hanya ingin memastikan kalo mas Anto benar tidak dirumah karena setahuku hari itu mas Anto tugas malam. Dan benar dugaan ku motor mas Anto tidak ada di tempatnya. Segera aku berbalik lorong belakang. Aku mencoba mencari celah untuk mengintip kedalam kamar mbak Diah. Tapi usahaku siasia karena terhalang dinding dapur. Hanya saja aku sempat mendengar lapat lapat desahan nafas dan sayup sayup suara erangan sehingga aku yakini sedang terjadi sesuatu didalam sana. Aku kembali kekamarku menunggu . Dengan suasana hati yang tak menentu, aku hanya berharap tahu siapa gerangan pemilik sandal yang telah mengisi malam sepinya mbak diah. Aku tak beranjak jauh dari pintu belakang kamarku dan sengaja kubuka sedikit sehingga masih bias mengintip kea rah pintu belakang mbak Diah. 15 menit berlalu aku mendengar suara daun pintu berderit meskipun sangat pelan tapi cukup membuatku segera mengambil posisi yang telah kupersiapkan. Aku melihat sosok mbak Diah keluar kemudian melihat kiri kanan mungkin memastikan keadaan aman, setelah itu kulihat dia memberi kode kedalam maka keluarlah sesosok lelaki yang sangat aku kenal.. Pak Evi tetangga sebelahku aku tersurut kaget benar benar tidak menyangka dan setengah tidak percaya dengan apa yang kusaksikan. Setelah keadaan tenang aku kembali ketempat tidurku. Ada scenario dalam kepalaku. Dan aku pun tersenyum sendiri.

Keesokan harinya seperti biasa aku telat bangun, maklum hari minggu. Masih terbayang peristiwa semalam dan rencana yang telah kususun. Aku bersemangat bangun dan langsung menuju lorong belakang aku berharap ketemu mbak Diah dibelakang, tapi aku harus kecewa. tak apalah masih banyak waktu. Dan aku segera menyambar handukku masuk kamar mandi sambil bernyanyi kecil. Habis mandi aku bermaksud membuang waktu dengan duduk di beranda kamar ku ngopi dan sekalian melihat keadaan tetangga tetanggaku. Heran aku juga tidak melihat bu Evi hari itu. Selang beberapa saat kulihat mbak Diah datang, rupanya dia baru habis belanja di warung.

Eh dik Hadi .. udah bangun ya Sapa mbak diah ramah seperti biasanya.
Iya mbak, mas Anto masih tidur? tanyaku balik
Iya dik, mas Anto baru pulang pagi, kan tugas malam katanya menerangkan
oh iya mbak gak ada acara nyuci hari ini? Nitip doong
boleh, tapi ntar ya abis masak, tapi jagain Endah ya
Siip kataku

Aku pun mengambil alih endah dari mbak Diah, aku setelkan dia lagu anak anak dari DVD portable ku maka endah pun bernyanyi nyanyi sendiri di kamarku. Selang beberapa lama kudengar mbak Diah memanggil lewat pintu belakangku.

Dik Hadi mana cuciannya?
itu mbak yang dibelakang, udah tak rendem dari semalem sahutku menimpali.

Aku segera beranjak kebelakang, saatnya memulai rencana. Perlahan kudekati mbak Diah. Memberi kode agar dia mendekat. Mbak Diah menghampiriku.
Semalam aku melihat sesuatu disini bisikku. Sengaja membuatnya terkejut. Dan reaksinya memang seperti yang kuharapkan. Diapun lebih mendekat.Lihat apa? mbak Diah ikutan berbisik.

Ada deh.. godaku. Merah padam mukanya mbak Diah. Tapi dia segera menguasai diri. Dia taruh telunjuknya di atas bibir.Nanti aja diomongin bisiknya lagi
Siip kataku sambil mengangkat jempol.

Aku memulai hayalanku ditempat tidur dengan perasaan menang, yakin akan mendapat sesuatu. Pikiranku sedemikian jauhnya sampai tak sadar aku tertidur dan lupa makan. tok tok.tok setenagah sadar aku mendengar pintu kamarku di ketok.

Aku bangkit dari tempat tidur dan yang pertama kurasakan adalah perutku yang minta diisi. Kulirik jam bekerku, ah.. rupanya sudah jam setengah tiga, pantesantoktok kembali kudengar pintuku di ketok.

Aku bergegas membuka pintu, kiranya mbak diah yang sedari tadi mengetok pintu.ya mbak ada apa? tanyaku

ini mau nganterin makanan , tadi mbak masak lebih, mbak liat dari tadi kamu gak keluar rumah.. pasti belum makan katanya sambil mengulurkan sepiring nasi komplit dengan lauknya.iya juga mbak, aku ketiduran, mas anto udah bangun?
udah tuh lagi pergi sama endah kerumah temennya
ooh berarti udah aman ya kataku sambil mengedipkan mata
kamu itu bikin mbak penasaran, memang liat apa semalem katanya masih berpura pura.

ntar aku cuci tangan dulu, tak ceritain sambil makan ya aku bergegas menaruh makanan di meja kecil di beranda dan masuk untuk cuci tangan, kubiarkan mbak diah penasaran menungguku.
ayo ngomong liat apa semalem mbak diah langsung menyerangku begitu aku muali menyantap makanan, aku hanya senyum senyum sambil ayik menghabiskan makanan ku.cepetan dong, ntar mas anto keburu pulang pintanya memelas.

Akhirnya aku pun menceritakan apa yang kulihat, termasuk mengetahui siapa adanya lelaki pemilik sandal. Lama mbak diah terdiam sampai akhirnya
Di, kamu bisa pegang rahasia ini kan?, mbak gak mau mas anto sampai tahu, kmu pasti tahu akibatnya buat mbak lagi lagi dia meminta dengan memelas.
tenang aja mbak, aku bisa jaga rahasia kok. Tapi aku juga bakal minta sesiuatu dari mbak jawabku
kamu jangan memeras mbak ya, kamu kan tahu mbak nggak punya uangaku nggak minta uang kok selaku
trus kamu minta apa

aku minta sesuatu yang mbak punya dan bisa kasi kataku sambil memberi kode ke arah dadanya
hah kamu mau sama mbak?knapa? Mbak nggak mau ngasih
Bukan gitu, mbak kan udah punya anak emang kamu mau?
ah aku kan pingin yang berpengalaman kataku cekikikan.
ya deh kalo itu mbak bisa kasi, tapi jangan dipaksain ya liat keadaan, jangan sampai mbak celaka

oke, aku juga pasti menjaga mbak kok.. tenang ajaomong omong bu evi kemana? Koq pak evi nya bisa lepas?

ooh, biasa tiap sabtu mbak evi nginap di rumah orang tuanya karena harus gantian ama saudaranya jagain orang tuanya yang udah tuaitu sebabnya ya he..he..
ya biasanya sabtu dianterin sama pak evi, minggu dijemput lagi

ngerti deh kataku sambil mengejapkan mata, dan mbak diah pun tersenyum malu.ntar malam mas Anto shift malam lagi gak? tanyaku
iya knapa? Kmu mau ntar malem?
kalo boleh sih
liat keadaan ya..
oke
Begitulah akhir dari transaksiku, aku tinggal menunggu hadiah yang dijanjikan tiba.

Waktu yang kutunggu pun tiba, dari balik pintu kamarku aku mendengar suara motor mas anto menjauh, dan mbak diah berdiri di beranda melepas suaminya berangkat kerja. Setelah motor gak terlihat aku keluar kamar. Mbak diah menoleh kearahku sambil berbisik..

endah belum tidur, ntar mbak kasi kode sambil menganggukkan kepala, aku pun mengerti. Menunggu sekitar 30 menit kudengar tembok di ketok , inilah kode nya pikirku, dan aku bergegas ke arah belakang. Aku tidak mau kecolongan seperti pak evi, jadi kudekati pintu belakangnya mbah diah tanpa sandal.. he..he langsung kubuka pintu perlahan yang ternyata tidak terkunci. Pemandangan yang disuguh kan didalam kamar sungguh membuatku terpana, mbak diah tiduran ditempat tidur dengan mengenakan baju tidur yang amat tipis, ikatan tali dipinggangnya tak cukup menutupi dadanya yang terbuka tanpa mengenakn BH, sehingga terpampanglah belahan bukitnya yang indah. Aku sudah sering melihat belahan dadanya ketika sedang menjemur pakaian ataupu menyapu di halaman, tapi malam ini sungguh sangat menggairahkan. Mbak diah hanya tersenyum.
sudah puas melihat ini katanya sambil menunjuk ke arah dadanya

mungkin aku harus memegangnya gurauku sambil mendekat. Langsung saja kubuka bagian atas bajunya dan langsung kunikmati dada montok yang telah menantiku itu. Pelan kuremas sementara bibirku mencari cari putingnya yang lain. Aku puaskan diriku menciumi buah dada mbak diah, sementara diapun mulai merintih pelan.
di, aku pingin liat barangmu bisiknya disela sela pergumulan kami.
penasaran ya?

mmh tangan mbak diah langsung meluncur kearah selangkangan ku, dia berhenti ketika menggenggam penisku dari balik celana yang masih kupakai, digenggamnya beberapa kali , mungkin membanding bandingkan milikku dengan suaminya atau pak evi.kayaknya gede juga ya katanya
kalo mau liat aslinya buka aja mbak, aku gak keberatan kok kataku

Mbak diah langsung membalik posisi, dia diatas menindihku, kemudian sedikit demi sedikit menurunkan wajahnya kearah perutku. Akhirnya mencapai tonjolan selangkanganku.. dia meraba dengan halus membuatku jadi merinding dan tentu saja adek kecilku langsung melonjak, dia mulai menggenggam perlahan dan seperti sangat menikmati, perlahan disingkapnya celanaku, tanpa basa basi penisku melonjak keluar. Mbak diah tersenyum kearahku, mulai diciumnya penisku pertama dengan ujung hidung, kemudian berlanjut dengan bibirnya. Serasa meledak mendapat perlakuan sopan seperti itu. Perlahan bibir mbak diah terbuka, diarahkannya kepala penisku kemulutnya, pintar sekali dia mebuatku melayang. Sekarang penisku sudah sepenuhnya dalam kulumannya, terasa jilatan lidah mbak diah sesekali menyentuh ujung penisku aku sudah lupa diri. Tiba tiba dikeluarkannya penisku dari dalam mulutnya. Ahh aku langsung sadar kembali.Besar juga bisiknya
Aku hanya tersunyum puas dengan ucapannya.
mbak buka dong
sabar sayang, kita banyak waktu koq
ya mbak.. tapi aku dah mau meledak nih mbak diah tertawa kecil mendengar kataku.

kamu yang buka ya sekali lagi aku membalik posisi, kali ini mabak diah tidur dengan pemandangan indah nya. Aku mulai membuka baju tidurnya perlahan sambil sesekali mengecup outing mbak indah yang sudah sedemikian menantangnya. Aku hanya mendengar desahan desahan yang semakin membangkitkan nafsuku dari bibir mbak diah. Sekarang yang tampak adalah tubuh tanpa sehelai benang yang siap menantiku. aku terus melanjutkan gerilya mulutku di sekujur tubuh mbak diah, tanganku mulai melepas celanaku dan langsung kulemparkan tanpa peduli jatuh dimana. Kugesekkan penisku diselangkangan mbak diah. Kali ini aku sengaja mengulur waktu bermaksud membuat mbak diah penasaran. Pinggul mbak diah mulai bergerak liar. Tampak dia berusaha mencarikan lobang untuk penisku yang kini sangat tegang.
ayo di. Masukin sayang, mbak udah nggak tahan
bantuin dong mbak kataku pula.

Mbak diah mulai mencari penisku lagi, setelah dalam genggamannya, dia mulai mengarahkannya ke liang kenikmatannnya. Aku mengimbangi dengan melakukan sedikit penekanan. Agak susah masukknya.kok susah masuknya mbak
punyamu kegedean, mmmh pasti nikmat nih dia mendesis

Akhirnya dengan bantuan tangan mbak diah penisku mulai memasuki vaginanya mbak diah yang hangat dan basah. Aku tidak mau terburu buru, jadi kugerakkan perlahan penisku dalam vaginanya mbak diah sambil menikmati setiap gesekannya, desahan mbak diah juga memberi sensasi tersendiri. Mbak diah pun selalu memberi gerakan pinggul yang menambah kenikmatan yang kurasakan malam itu. Aku bertahan dengan gaya itu beberapa saat sampai akhirnya

aduh di mbak mau keluar, kasi mbak keluar dulu ya katanya tanpa memberi kesempatan aku untuk menjawab, tangan mbak diah menekan pinggangku sampai seluruh penisku terhisap kedalam vaginanya, dia terus meracau tak jelas, tapi aku tahu dia sedang dalam puncak puncaknya. Aku merasakan dinding vagina mbak diah berdenyut denyut seperti mencengkram penisku kuat kuat. Aku biarkan dia menikmati sesaat sampai pegangan dipinggangku agak kendor.maaf ya di.. mbak gak tahan, habis penismu enak banget, vagina mbak rasanya penuh katanya
gak apa mbak kan bisa di ulang

pasti mbak layani, mbak bikin kamu puas di, lagian penismu enak

Begitulah malam itu kami melanjutkan petualangan, ternyata mbak diah type wanita yang agak hyper. Malam itu dia keluar sampai 7 kali sementara aku dapat 2 kali. Dari dia pula aku tahu kalo mas anto tidak begitu kuat di ranjang, paling hanya bisa memberinya sekali sementara mbak diah punya keinginan lebih dari itu. sedang dari pak evi katanya dia bisa dapat 2 sampai 3 kali meskipun penisnya tidak sebesar punyaku. Aku puas malam itu dan kembali ke kamar dan tertidur pulas sampai pagi.
Episode Bu Evi

Mungkin karena kelelahan atau terlalu puas, pagi itu aku bangun agak terlambat. Aku mandi dengan terburu buru. Dengan hanya handuk melilit tubuh aku kebelakang kamar mencari pengganti CD, tak peduli keadaan sekeliling aku ganti CD di belakang kamar. Tiba tiba aku mendengar suara seseorang menjerit. Rupanya bu evi baru keluar dari kamarnya dan hendak menjemur pakaian kaget melihatku telanjang. Aku juga kaget, handukku jatuh dan CD yang mau kupakai baru sebatas lutut. Lama tertegun aku lupa kalau penisku masih bergelantungan. maaf bu, kirain gak ada orang kataku iya.. iya tapi kok gak buru buru ditutupin, mau pamer ya wah aku tersentak dan langsung merapikan CD ku. Untung bu evi gak marah dan malah menggodaku. anu bu, aku kesiangan jadi gak konsen, maaf ya bu kataku lagi gak apa apa, mbak juga gak nyangka dapat pemandangan gituan pagi pagi katanya tersenyum sambil menatap ke arah penisku. Aku jadi kepingin iseng menggoda, maklum aku juga suka dengan body bu evi yang selalu mengundang terutama toketnya. kalo mau bukan cuma pemandangan yang bisa dinikmati, barangnya juga bisa kok yee. Udah sana ntar telat kerjanya katanya mengingatkan.

Ternyata dia gak marah, dan menurut feelingku kayaknya dia ada minat dengan penisku setelah apa yang disaksikannya. Aku bergegas masuk kamar dan cepat cepat berpakaian sekenanya, sebelum berangkat aku mencoba mengisengi bu evi sekali lagi. ntar dilanjutkan ya mbak (aku mulai memanggil mbak) kataku sambil melongokkan kepala dari pintu kamarku. hus cepat kerja sana bu evi memonyongkan bibirnya sambil tersenyum manis dan menurutku itu sangat menggoda. Aku gak konsentrasi di tempat kerja, bayangan godaan bu evi gak bisa lepas dari otakku. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, aku minta ijin bosku untuk pulang dengan alasan nggak enak badan. Aku hanya ingin segera menyelesaikan urusanku dengan bu evi. Memasuki rumah kost, yang pertama kucari adalah motor pak evi, meskipun aku tahu dia biasa kerja pagi tapi aku harus memastikan. Yakin aman, aku masuk kamar dan langsung membuka pintu belakangku. Sepi. Jam jam segini orang sedang kerja, kalaupun dirumah paling mengurung diri dikamar, Mbak diah pasti masih ngurus suaminya yang baru bangun habis kerja malam.

Aku melangkah kepintu belakang bu evi, perlahan ku ketok pintunya. Dan aku juga sudah mentyiapkan alasan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Pada ketukan kedua aku mendengar langkah kaki mendekati pintu. Ada apa dik hadi tanya bu evi dengan tersenyum. itu. mau melanjutkan yang tadi kataku kamu nekat ya pasti bolos ya cecarnya tapi dengan suara berbisik kan udah janji aku menyahut bodo bodohan. kamu serius? ya.. iyalah, masak nggak aku udah kepalang menjawab Bu evi memperhatikan sekeliling. masuk sini, nanti diliat orang katanya. Aku berjingkrak gembira. Ternyata apa yang aku pikirkan tidak meleset. Bu evi memberi jalan kepadaku. ssst jangan keras keras, evi lagi tidur bisiknya kamu mau apa? kan mbak udah ngerti masak dijelasin lagi kataku nyengir Lama bu evi terdiam. Tapi akhirnya dia tersenyum lagi. rahasia kita berdua ya jangan sampai orang lain tahu katanya iya lah mbak masak aku mau bikin perkara sama ingat ini cumin buat senang senang saja, tidak ada perasaan. Aku nggak mau dipaksa paksa ya.. ya mbak, saya setuju Dengan demikian mulailah petualangan baru dengan bu evi hari itu. Sejak lama aku mengagumi toket bu evi ini, maka tak kusia siakan hari itu untuk menikmati sepuasnya. Aku menyusu seperti anak kecil hanya bedanya diiringi dengan desahan desahan kecil bu evi.

Tubuh hitam manis itu sudah ku miliki sekarang . aku membenamkan wajah ku di belahan toket bu evi. Kunikmati aromanya, aku sangat bergairah. Begitupula bu evi. Kami telah telanjang bulat dan aku bersiap mencari akhir dari permainan ini. Genjotan ku selalu mendapat perlawanan dahsyat. Bu evi bertahan cukup lama, beda dengan mbak diah. Lubang memeknya lebih lengket tidak terlalu banyak cairan. Yang lebih dari memek bu evi ini adalah aku merasa penisku susah dicabut ada yang menyedot dari dalam, dan senyum bu evi pun tak henti hentinya terpampang. aku diatas ya.. tiba tiba dia menghentikan gerakanku. Dan tanpa menungggu persetujuanku dia berguling, dengan posisi diatas dia mulai mengatur rithme genjotan. kamu diam saja, nikmati saja ya katanya dan akupun hanya mengangguk. Bu evi mulai dengan gayanya sendiri, kakiku diluruskannya dan meninggalkan penisku tegak, perlahan dia mengangkangi penisku. Dengan bantuan tangannya dimaukkannya penisku kedalam vaginanya, pelan tapi habis sampai ke pangkal. Dia mendesah. Aku merasa ujung penisku ada yang mengganjal. Mungkin mentok. Kembali bu evi tersenyum. Dia mualai bergerak naik turun.

Aku dapat memandangi seluruh tubuhnya sekarang. Toket besarnya ikut naik turun mengikuti irama gerakan pantatnya. Hanya beberapa menit aku bertahan seperti itu. Aku merasa penisku panas dan terasa laharku sebentar lagi akan menyembur. mbak aku udah mau keluar aku memperingatkan. iya sayang aku juga mau kita sama sama ya nafas bu evi mulai memburu, dia mempercepat gerakannya, dan aku berusaha menahan sekuat tenaga agar tidak muncrat duluan. Aku ingin member kesan bahwa aku tidak kalah dari dia. Aku kaget ketika bu evi menghempaskan tubuhnya keatas dadaku sambil berkata.. aku keluar.. aku keluar didiringi dengan dekapan yang sangat erat dia mengejang beberapa kali.

Dan aku berniat segera menyusulnya. mbak aku keluar aku bermaksud mencabut penisku tapi dia menahanku. lepaskan didalam saja sayang aku mau merasakan kehangatan sperma kamu katanya Kutarik wajah bu evi, dan aku melumat bibirnya, sementara penisku mulai memuntahkan isinya dalam memek bu evi. Dia benar benar tahu apa yang harus dilakukan. Dia memutar pantatnya seperti hendak menguras habis isi penisku. Aku tersenyum puas. makasih mbak mbak hebat sekali kamu juga hebat sayang kamu memberiku kepuasan yang berbeda hari ini, lain kali mbak boleh minta kan? dengan senang hati mbak jawabku sambil member kecupan dibibirnya.

Aku mengahiri hari itu dengan senyuman, dan beristirahat dengan lelap. Aku bermimpi membawa kedua wanita tetanggaku kedalam kamarku dan kami main bertiga. Aku jalani kehidupan seks dengan dua wanita tetangga sekitar satu tahunan lebih, dalam seminggu aku bias bermain 3 sampai empat kali. Jadwal yang baik mebuat mereka tidak tahu satu sama lain kalau aku mengencani mereka berdua. Mbak diah yang putih, cantik dan hyper memberiku kebanggaan sebagai lelaki karena dia sering memberiku pujian atas permainanku. Sedangkan bu evi selalu memberiku kenikmatan lebih saat kami bercinta, memeknya yang hangat dan kering serta sedotannya tidak ku dapat dari wanita manapun.

Satu persatu mereka pindah dari tempat kost yang banyak memberi kenangan. Keluarga bu evi pindah terlebih dahulu karena membeli rumah saudaranya dengan harga murah dan sekarang tinggal lebih dekat dengan keluarganya. Sedangkan keluarga mbak diah menyusul dua bulan berikutnya karena mas anto membeli rumah disebuah komplek perumahan. Namun demikian kami masih tetap berkomumikasi dan sesekali melakukan pertemuan diam diam dan melanjutkan petualangan kami. Hanya saja tidak bisa sesering ketika masih bertetangga. Sekian dulu ya kawan ceritaku, lain kali aku juga pingin cerita tentang petualangan lanjutan baik dengan bu evi ataupun mbak diah yang kayaknya seru untuk diceritakan. Aku tutup cerita ini karena tanganku sudah pegal.

Ah Perih Banget

Istri sudah punya anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. Mau apalagi? Pada awalnya aku cuma iseng iseng saja. Lamalama jadi keterusan juga. Dan itu semua karena makan buah terlarang. Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan.

Dari perkawinan kami kini telah terlahir seorang anak lakilaki berusia 8 tahun dan seorang anak cantik berusia 3 tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan. Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermainmain api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Aku sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu. Awalnya aku cuma iseng2 main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis2 cantik berusia remaja. Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari lakilaki hidung belang.
Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat sintal seksi, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagulagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian. Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malumalu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini. Sendirian aja nih.., Omm.., sapanya dengan senyuman menggoda. Eh, iya.., sahutku agak tergagap. Perlu teman nggak..? dia langsung menawarkan diri. Aku tidak bisa langsung menjawab.
Sungguh mati, aku benarbenar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya. Semula aku memang canggung, Tapi lamakelamaan jadi biasa juga. Bahkan aku mulai berani merabaraba dan meremasremas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka. Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja. Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu akau benarbenar lupa pada anak dan istri di rumah.
Aku bersenang senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh. Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputarputar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas. Entah kenapa, tibatiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika aku mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan dia juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan. Jarijariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciumanciuman yang membangkitkan gairah.
Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu kalau Reni sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara. Perlahan aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu aku melucuti pakaian yang dikenakan Reni, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Reni yang padat berisi. Reni mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya.

Â

Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jarijemariku bermainmain dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Reni menggelinjang dan semakin bergairah. Tergesagesa aku menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tibatiba Reni menatap wajahku, saat jarijari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya.
Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya. Jangan, Omm.., desah Reni tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya. Kenapa? tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya. Aku.., hmm, aku.. Reni tidak bisa meneruskan katakatanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya. Saat itu Reni kemudian tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga sedikit demi sedikit lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedikit terkuak, dan aku kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga aku bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadis muda ini yang mulai tampak merekah. Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyutdenyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dia menggeliat geliat sehingga membuat batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang vaginanya. Tapi aku tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerakgerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga aku menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.
Berhasil!, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Reni yang sempit, aku langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Reni dengan seutuhnya, seketika itu juga Reni memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahuku, Seluruh uraturat syarafnya langsung mengejang kaku. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu aku juga sangat tersentak kaget, aku merasakan bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu di dalam vagina Reni, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, saat aku mengambil kegadisan dari istriku. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan. Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benarbenar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar kobar.
Aku mulai menggerakgerakan tubuhku, agar penisku dapat bermainmain di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakangerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi. Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Aku memandangi bercakbercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya. Maafkan aku, Reni. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula.., kataku mencoba menghibur. Reny hanya diam saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi.
Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan. Aku menunggu sampai Reni keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah. Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain. Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar vaginanya. Dan secepat kilat aku kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan kecupan yang membangkitkan gairahnya. Reni merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali. Pelanpelan, Omm. Perih.., rintih Reni tertahan, saat aku mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya.
Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit gigit bibirnya sendiri, saat aku sudah mulai menggerakgerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur. Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakangerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Reni memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt. Kali ini Reni mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru dirasakannya. Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan aku merasakan denyutandenyutan lembut dari dalam vaginanya, merasakan kenikmatan denyutdenyut vagina Reni, membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.. hingga akhirnya aku merasakan kejatankejatan hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermaku muncrat berhamburan di dalam liang vagina Renny. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Reni malam itu

Pacarku Seorang Pelacur

Malam minggu, kembali menemani saya yang masih sendiri tanpa kekasih saya saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 3. Karena malam minggu ini tak ada kerjaan dirumah akhirnya pergi keluar sama enggar untuk keliling kota Surabaya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tak tau kenapa tibatiba enggar membujuk saya untuk pergi ke tempat prostitusi, mungkin yang kenal kota surabaya tak asing lagi di telinganya, ya Gang Ndoli tempat prostitusi terbesar di asia tenggara. Karena saya gak ada niat untuk main sama cewe di sana ya sudah pikirku untuk nemenin enggar saja sambil sekalian cuci mata, ketika sampai sana ada PSK yang ngelihat body saya, tinggi dan lumayan cakep langsung deh dia ngodain.

sama aku aja

jangan itu kudisan aku aja!

eyy ganteng sini dong!, dan masi banyak lainnya

Namun saya terus saja ngikutin enggar ini, dia berhenti di satu rumah, katanya dalam rumah itu cewenya cantik cantik, ya sudah saya langsung nyuruh enggar untuk cepat masuk, saya menunggu di luar, sampil duduk di kursi. Bosen juga sih nunggu si enggar sambil maen hape aja karena saya sendiri bukan perokok. Sekitar 5 menit berlalu ada cewe lagi ngrokok jalan nyamperin saya sambil menawarkan rokoknya dengan body yang cantik menurut saya

Nih (sambil nyodorin rokoknya)

Duh aku ga ngrokok

yah laki koq ga ngrokok, situ ga main mas? Sama aku aja, biasanya yang maen di rumah ini (sambil nunjukin rumah yang di samperin enggar) lama.. aku juga lagi butuh uang nih

ah ga Cuma nemenin temen doang, emang kamu sepi malem ini? Ga ada pelanggan? Kamu kan cantik

aku lagi ada masalah

Masalah apaan?

emang penting buat situ? (Sambil ngembusin asap rokok)

oh maaf

*hening sekitar 5 menit

(rokoknya habis) kayaknya kamu ga brengsek ya?

hah maksudnya

kan semua cowo brengsek, Cuma kamu aja yang datang kesini ga ngluarin lendir

Tapi ga semua cowo lho yang gitu, masih banyak koq cowo yang baek di luar sana.. iya takut dosa.. belum lagi kalo kena penyakit apa gitu, maaf ya kalo tersinggung hehe

ngapain minta maaf, emang bener kok

em nama kamu siapa? tanyaku sambil menatap matanya yang sayu

Nova, nama panggilanku di sini.. tapi kalo nama asli Novi, kamu?

aku fiaz.. oh salam kenal ya.. em kalo boleh tau kamu ada masalah apa sih sampe ga ada pelanggan? Cerita aja aku ga ember koq mulutnya..

Obrolan pun semakin asik setelah berkenalan

ga papa males cerita aja, yang jelas aku lagi butuh uang sekarang

buat?

buat ibu aku, di perutnya ada kayak benjolan gituh, sebulan yang lalu sih udah di bawa ke puskesmas, diagnosanya semacam tumor kecil, disuruh cepet cepet operasi ke RSU. Tapi ya gitu deh, aku belom punya uang, mana job aku udah sepi lagi huff

Seketika itu hati saya tersentuh dengan mata berkaca kaca, kirain duitnya buat apa ternyata

yah kenapa ga bilang dari tadi? Aku sih mau aja bantu, tapi sekarang aku ga pegang uang, uangku di rumah

capedeeee ga usah ngomong

hehe emang biayanya berapa?

dua setengah jeti bo tapi uang aku ada sejuta doang masih, dua minggu ini aku kumpulin dikit dikit

kurang 1,5 ya? Emm gini aja, kamu ada nomor hape?

ada, buat apa?

ya besok aku kesini lagi 1,5 aku kasih ke kamu

beneran? Tapi ga usah disini kita janjian aja di tempat luar

oke lah.. berapa

Dari situ saya dapet nomor hape nya dan dia juga nyimpen nomor saya, trus sedikit ngobol ngalor ngidul ga lama kemudian enggar keluar sambil benerin bajunya. Lehernya kayak habis di gigit drakula lalu lihat cewe yang nemenin enggar, ternyata cantik juga saya tanya ke enggar ternyata di situ tempat cewe umur 20an, pantesan aja cantik cantik cewenya, tapi saya tetep istigfar

****

Keesokan harinya, jujur nih duit saya di rumah Cuma ada 900rb, jadi kurang 600rb akhirnya saya ambil deh tabungan di ATM, sekitar jam 3 siang saya sms si novi, tapi katanya besok aja soalnya lagi ada arisan PSK di komplek yang semalem saya sama enggar datengin.

Besoknya novi sms saya untuk ketemuan di salah satu cafe, yaudah kita ketemuan, ngobrol ngobrol dikit, sambil saya traktir makan, saya ajak jalan jalan keliling mall, pokoknya seharian itu deh saya habisin waktuku sama si novi, pas sore saya ajak ke pantai untuk nikmatin matahari tenggelam sambil nikmatin sepoi sepoi angin pantai, sambil duduk duduk saya kasih tuh uang ke dia dan saya ga nyangka, dia langsung meluk saya sambil ngucap terimakasih, dari suaranya dia kayaknya mau nangis gituh, bulu kuduk saya sempet berdiri sih pas dipeluk dia, soalnya baru kali itu yang meluk saya bukan cewe biasa, yaudah saya peluk balik deh, sambil ngucapin iya sama sama, aku ikhlas kok bantu ibu kamu, ga usah kamu ganti

dan dari situ ia nyeritain kena dia jadi PSK panjang lebar dan dia juga crita tentang cintanya

dulu sebelum aku kerja kayak gini, aku punya pacar, sama satu sekolah, dari sekian cowo yang ngejar aku, Cuma dia yang aku terima, tapi ya gitu deh laki laki ratarata pacaran nyari sex doang! Makanya aku males sama namanya cinta, bulshit kata novi sambil menatap mata saya tajam

ya tapi ga semua cowo gitu kali

pasti nya, contohnnya kaya yang disamping aku

(saya sempet lama loadingnya, dan satar ternyata itu saya, yaudah saya ketawa)

ihh aneh ketawa, emang bener kamu orangnya baik di mata aku, andai kamu mau jadi pendamping aku, senengnya hati ini haha.. tapi ga mungkin lah

kok ga mungkin? Kalo aku mau? sambil nunjukin muka seriusku

haha dasar goblok (sambil noyor kepala ku), ngapain kamu mau jadi pacarnya cewe kotor trus bau lendir kayak aku gini?

hus kamu jangan nomong kaya gitu lagi, ga ada kata terlambat loh untuk bersihin kati maku, aku suka cewe yang apa adanya kok

Sambil ngobrol panjang lebar dan bercanda akhirnya dengan serius saya jadian sama novi

Besoknya saya nemenin dia ke RSU untuk operasi ibunya, hampir 4 jam nunggu ibunya di oprasi sambil ngobrol dengan di hantui rasa cemas, akhirnya dokter keluar dan beritahu kalo oprasinya sukses, langsung deh novi sama aku masuk kamar operasi untuk melihat kondisi ibunya, ibunya ngucapin banyak banyak terimakasih ke saya sambil nangis, saya jadi emosional banget di situ terbawa suasana air matapun tanpa sadar menetes.

****

Sekitar 2 minggu hubunganku sama novi berjalan lancar layaknya sepasang kekasih tapi hampir tiap malam saya sedih sebenarnya ada satu rahasia yang novi rahasiain ke saya, padahal sebenernya saya udah tau, udah 3 minggu, biaya kehidupan dan keluarganya saya bayarin, soalnya novi udah mau berhenti kerja gituan, dia juga udah sering saya suruh sholat, ketakutan saya semakin besar ketika melihat dia semakin hari semakin kurus, cekung matanya makin kelihatan sebenernya novi kena penyakit kelamin

*Flasback*

waktu malam pertama saya kenal sama novi, besoknya saya nyoba ngoba ke komplek itu lagi, saya penasaran banget masa PSK secantik novi ga ada pelanggannya lagi? Yaudah saya coba tanya ke ratih, ratih ini yang maen sama enggar semalam, saya kasih dia 100rb trus dia ungkapin semuanya, percakapan kita kira kira begini

Si novi itu ada masalah apaan sih kok tadi malam ga ada pelanggannya? Setau aku penghuni disini tiap malam pasti ada yang boking deh walaupun Cuma 1 tanya ku

kamu sapanya novi?

aku temennya doang

ohh yagitu deh, kena penyakit, kasian tu anak, makanya pelanggan pada lari semua, takut ketularan

hah (muka kaget) maksudnya penyakit apaan?

ia dia itu positif kena sifilis, sebenernya sih bisa aja dia konsumsi penisilin G dri RS, tapi uangnya dia kumpulin buat biaya kanker ibunya, itu aja ibunya masih kaga bisa bangun

Aku mencoba tegar oh gitu emm novi masih bisa sembuh tapi kan?

kata dokter di puskesmas udah kecil kemungknan deh, soalnya virusnya udah menjalar tu, kapan itu dia meriksa minta temenin aku, makanya aku tau

oh gitu, yaudah makasi ya infonya, aku mau pulang

ga minum dulu?

ngak mau pulang aja, aku pulang dulu ya?

Di jalan saya kagum sama novi, saya nangis banget habis dengerin cerita ratih, di siut saya bertekat untuk jagan dia sampe penyakit dia sembuh, ga tau kenapa tiba tiba saya jadi sayang sama novi, gak kaya cowo laen malah lari setelah tau dia kena penyakit, bego ga sih saya ini?

Karena saya ngelihat dia semakin lemah, saya ga kuat akhirnya dia saya bawa ke RS. Ya gitu lah vonis dokter dia kena sifilis akut, soalnya neurosifilisnya udah nyebar ke sel sel badannya, dan lama kelamaan bikin badan dia jadi lumpuh, saya sih ga kaget, Cuma dia minta maaf ke saya soalnya ga ngasih tau, jadi ya saya bilang aja kalo saya udah tau dari ratih, dan saya sayang banget sama dia, dia penyakitan atau apalah saya tetap sayang sama dia, seketika itu dia nangis dan meluk saya.

Hampir satu minggu novi di rawat di RS, setiap hari saya jagaiin dia, walaupun ketika itu saya lagi ujian kelulusan tetap setelah ujian aku langsung pergi ke RS untuk bertemu dengannya dan jagain dia pelajaran UN pun ga konsen tapi alhamdulillah saya lulus dengan nilai baik

Dan akhirnya tak ada yang pernah mengharapkan dia menghembuskan nafas terakhir pada 30 april 2010 jam 4 sore, seketika itu tangisku meledak aku merasa kehilangan dia

Disitu ada bapaknya, ibunya temen temen satu kompleknya dan tentu saya dengan sedihnya. Makanya saya mau bahagiain dia di saat terahir hidup dia, dan dia pernah minta ke saya ga makamkan di kota itu, tapi dibawa ke kota cirebon kampung halamannya, biaya perjalanannya saya tanggung, ibunya sama 2 orang temennya novi satu komplek membawa ke sana, bapak tirinya kaga ikut, tapi dengan terpaksa saya juga ga bisa ikut karena sibu sibuknya tes SNMPTN, saya kasian sama ibunya, saya kasih juga uang saku selama di perjalanan, ibunya ga mau tinggal di rumah itu lagi, dia mau niggalin suaminya itu, dan balik ke kampung halamannya, tempat keluarganya disana, dan terakhir dapat kabar ibunya jualan nasi bungkus di sana

*****

Semua kenangan tentang dia udah saya hapus, yang tersisa Cuma surat dari dia, kalung kesayangannya dan sampai sekarang masih saya pake, foto dia di dompet saya sama cincin kita berdua isi surat yang masih saya simpan :

To : My Lovely ..

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping aku selama inimakasih juga udah mau jadi malaikat penyelamat untuk ibu aku Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini, aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalin aku, yakin banget makanya aku ngerahasiain ini semuamaaf ya?

Dear,Kamu Lakilaki paling baik yang pernah aku temuin ,kamu mau terima aku apa adanya..

Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut, tapi kamu tetep mau deket ma aku

Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia ini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuan yang lebih baik dari aku..kamu orang baik,harus punya pendamping yang baik juga 🙂

Inget,jangan lagi datangdatang ke tempat kotor gitu. setebal apapun iman kamu,pasti bisa runtuh ama yang namanya perempuan.

Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada di hati kamu kan?janji?aku akan slalu disamping kamu,aku akan jaga kamu.Maaf andai slama ini aku

Pengalamanku di Ruang Komputer

Hampir tidak percaya bahwa hari telah larut malam. Aku masih berada di ruang komputer kampus sendirian. Pegal rasanya seharian menulis tugas yang harus diserahkan besok pagi. Untunglah akhirnya selesai juga. Sambil melepas lelah isengiseng aku buka internet dan masuk ke situssitus porno. Aku membuka gambargambar orang bersenggama lewat anus. Mulamula terasa aneh, tapi makin lama aku merasakan fantasi lain.

Aku merasakan erangan perempuan yang kesakitan karena lubang duburnya yang sempit ditembus dengan kemaluan yang mengeras. Ah.. khayalanku semakin jauh. Tibatiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. Hii.. aku lihat sudah jam 22:30, malammalam begini pikiranku jadi membayangkan halhal menakutkan. Tapi kemudian aku dikagetkan lagi ketika melihat seorang perempuan membawa map berisi beberapa lembar kertas dan dua buah buku tipis masuk kemudian menaruhnya di sebelah komputer, lalu menyalakan komputer dan mengetik. Komputernya terhalang tiga meja komputer di sebelahku.

Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku perhatikan dari samping, wajahnya manis dengan hidung yang kecil dan mancung. Kulitnya tidak terlalu putih, tapi mulus dengan jaket jeans lengan pendek yang dikenakannya, dia tampak cantik. Tapi, akh peduli amat. Aku melanjutkan bukabuka situs tadi, anganku semakin menerawang, kemaluanku agak menegang. Dan akhirnya aku melirik pada perempuan di ruangan itu, dan langsung aku melirik pantatnya. Besar! pikirku. Tibatiba saja aku membayang kalau kemaluanku merobekrobek pantatnya yang menggiurkan itu. Aku jadi degdegan, semakin dibayangkan semakin menjadijadi kemaluanku menegang. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia.
Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal. Maaf.. sedang mengerjakan tugas? suaraku sedikit bergetar. Dia melirikku sebentar lalu matanya tertuju lagi ke layar komputer, sambil menjawab, Iya.. Mas.. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok. Rumahnya deket sini? Iya di asrama, dan saya biasa kerja malammalam begini, jawabnya. Nah.. selesai deh, dia membereskan kertaskertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja. Dia mengambil hasilnya dan kelihatan puas. Bisa pulang samasama? aku bertanya sambil mataku sebentarsebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Aduh, dadaku mendesir. Sebentar aku tutup dulu komputerku ya.. Aku bergegas pergi ke komputerku. Mas sedang ngerjakan apaan? Aku kaget tidak menyangka kalau dia mengikuti aku.
Ah.. ini.. isengiseng aja bukabuka internet, capek sih ngetik serius terus dari tadi. Eh.. gambargambar gituan yaa? Hi ih! dia mengangkat bahunya, tapi mulutnya tersenyum. Ah.. isengiseng aja.. Mau ikutan liatliat? tibatiba keberanianku muncul. Dan di luar dugaan dia tidak menolak. Tapi bentar aja yaa.. entar keburu malam! dia langsung duduk di kursi sebelahku. Makin lama kami makin asyik bukabuka gambar porno, sampai akhirnya, Aku mau pulang deh Mas. Udah malem.. Aku bisa pulang sedirian.. deket kok. Dia siap berdiri. Tapi dengan reflek tanganku cepat memegang pergelangannya. Dia terkejut. Aku sudah tidak memperdulikan apaapa lagi, kecuali mempraktekkan gambargambar yang dilihat tadi. Kemaluanku sudah menegang. Tanpa basa basi aku langsung menduduki pahanya dan langsung melumat bibirnya. Umh.. mh.. dia berusaha meronta dan menarik kepalanya ke belakang, tapi tangan kiriku cepat menahan belakang kepalanya, sementara tangan kananku sudah memegang buah dadanya, memutarmutar, dan meremasremas putingnya. Gerakan perempuan itu makin lama makin lemah, akhirnya aku berani melepaskan ciumanku, dan beralih menciumi bagianbagian tubuh lain, leher, belakang telinga, kembali ke leher, lalu turun ke bagian belahan buah dadanya. Aku melihat dia juga menikmatinya. Matanya mulai sayu, bibirnya terbuka merekah. Namamu siapa? aku tampaknya agak bisa mengendalikan keadaan.
Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandang kepadaku. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ah tidak perduli aku mengangkat berdiri tubuhnya, lalu aku duduk di kursi, kutarik badannya dan dia duduk di pangkuanku. Ehh.. hh.. dia berdesah ketika kepalaku menyeruduk buah dada yang masih terhalang Tshirt merah muda di balik jaket jeans yang terbuka kancingnya. Tanganku segera menaikkan kaosnya, sehingga tampak bagian bawah dadanya yang masih berada di balik BH. Kunaikkan BHnya tanpa melepas, dan kembali mulutku beraksi pada putingnya, sementara tanganku meremasremas pantatnya dan pahanya. Oohh.. Mas.. Mas.. Aoohh.. aku semakin menggila mendengar desahnya. Lalu aku ingin melaksanakan niatku untuk menembuskan batang kemaluanku ke pantatnya. Kubalikkan badannya sehingga dia membelakangiku. Aku pun berdiri dan menurunkan celana trainingnya dengan mudah. Dengan tidak sabar celana dalamnya pun segera kuturunkan. Aku duduk dan kutarik badannya sehingga pantatnya menduduki kemaluanku.
Aghh.. Uhh aku terkejut karena kemaluanku yang sedang menegang itu rasanya mau patah diduduki pantatnya. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. Aku genggam kemaluanku dan kutempelkan ke lubang duburnya, lalu kutekan. Aaah.. dia menjerit, tubuhnya mengejang ke belakang. Tapi kemaluanku tidak bisa masuk. Terlalu sempit lubangnya. Keberingasanku makin menjadi. Aku dorong tubuhnya sehingga posisi badannya membungkuk pada meja komputer. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Kutempelkan kemaluanku pada lubang pantatnya. Sementara tangan kiriku meremas buah dada kirinya. Mulutku pun tidak hentihentinya menggerayangi bagian belakang leher dan punggungnya. Dengan sekali hentak paksa, kudorong masuk kemaluanku. Aih.. ah uh aoowww.. aku pun mersa sedikit kesakitan, tapi kenikmatan yang tiada taranya kurasakan. Jangan.. aduh aahh sakiit, tidak deh.. ahh.. Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. Sambil memeluk buah dadanya., kutarik dia berdiri. Lalu aku pun menggerakan kemaluanku maju mundur, mulutku menciumi pipinya dari samping belakang, sementara tanganku meremas buah dadanya, seolaholah ingin menghancur lumatkan tubuh perempuan yang sintal itu.
Perempuan itu tidak hentihentinya merintih, terutama ketika kemaluanku kudorong masuk. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Mungkin kesakitan, aku tidak tahu. Tapi apa daya aku pun sudah tidak kuat menahan keluar air maniku lagi dan tubuhku mengejang, perempuan itupun mengejang dan merintih, karena tanganku dengan sangat keras meremas buah dadanya. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. Ouhh.. hh.. kenikmatan luar biasa ketika kemaluanku menyemburkan air maniku ke pantatnya. Hangat sekali. Aku terduduk dia pun terduduk di atas kemaluanku yang masih menancap di pantatnya. Kepalaku terkulai di punggungnya. Perempuan itu memandang ke arah layar komputer dengan pandangan kosong. Sementara tetes air matanya masih terus membasahi pipinya. Maafkan aku.. Aku tidak kuat nahan diri, aku mencoba menghiburnya. Tapi dia tidak menjawab.
Siapa namamu? tanyaku dengan lembut. Kembali dia membisu. Aku mau pulang.. kamu tidak perlu nganter aku.. biar orangorang tidak tanya macemmacem, katanya dengan suara perlahan. Aku sebenarnya tau siapa kamu.. Mas, dia berbicara tanpa menoleh ke arahku. Ha.. aku.. aku tekejut. Ya.. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat fotofotomu di tempat dia. Kali ini dia menatapku dengan tajam. Tapi.. aku sama sekali tidak nyangka kelakuanmu seperti ini, selesai dia menaikkan celana dan membetulkan BH dan Tshirtnya. Tapi tidak usah khawatir aku tidak bakalan cerita kejadian ini, aku takut ini akan melukai hatinya. Dia setia sama kamu, lanjutnya. Kamu tidak.. kasian ama dia? Aku terdiam, termangu, bahkan tidak menyadari kalau dia sudah berlalu. Akhirakhir ini aku tahu nama gadis itu Rani, memang dia teman pacarku, Yuni. Aku menyesali perbuatanku. Rani tetap baik pada kami berdua. Kami bahkan menjadi kawan akrab. Seperti tidak pernah terjadi apaapa. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku kadangkadang khawatir, kadangkadang juga memandang iba pada Rani. Oh, aku telah menghancurkan gadis yang tulus.

Nikmatnya Memek Pembantuku

Nama saya Andi, seorang karyawan di sebuah bank terkemuka di indonesia. Saya akan menceritakan kisah saya yang terjadi pada saat saya masih 3 SMU. pada saat tinggi saya 175 cm berat 55 Kg. dan saya berotot pada saat itu karena sering angkat barbel yang 3 kiloan dan situp setelah bangun tidur setiap hari. ya cukup menarik perempuan saat itu sehingga saya dapat seorang wanita cantik di SMU. Tetapi saya tidak akan menceritakan saya tidur dengan pacar saya karena saya tidak pernah ngesex denganya dan tentu saja cerita hubungan pacar atau pasutri itu tidak menarik. Saya akan menceritakan tidur dengan pembantu saya, Paini, Seorang wanita desa yang Ndeso dan lugu.

Dia hanya lulusan SD dan pengetahuan sexnya sangat rendah. Masa artinya perawan saja tidak tahu, dia mengira perawan itu susunya kencang dan pantatnya kencang, dan yang tidak perawan itu susuny6a kendor dan pantatnya gantung. masih ada aja yang percaya begituan di era globalisasi. Umurnya masih 19 tahun, masa keemasan. Tingginya hanya 160an cm dan beratnya sekitar 45 kg. Kulitnya putih dan halus seperti wanita jawa lainya. wajahnya pun bisa dibilang lumayankarena putih mulus tak berjerwat. Toketnya ukuran jumbonya itu membuat pria didesanya sering menggodanya. sayapun tertarik dengan ukuran besarnya. ukuran yang bisa dibilang kebesaran, 36B, itu adalah nomor yang saya dapatkan ketika mengobokobok lemarinya ketika dia ke pasar.
BH murahan itu kadang saya cium dan hisap aromanya. oh wanginya BH ini dan kadangkadang saya juga mencium CD nya dan sesekali menumpahkan mani saya di celananya yang kemudian langsung saya bersihkan agar tidak ketahuan. dan kalau anda melihatnya naik sepeda ontelnya dan melewati jalan berbatu atau polisi tidur, toketnya goyang dengan indah. pria mana yang tidak ngaceng melihat pemandangan ini.
Dan apabila mandi, saya sering melihatanya dengan one way mirror yang saya taruh di kmar mandinya. melihat dia dengan rambut basah atau penuh busa serta melihat dia menyabuni payudaranya dan vaginanya yang dipenuhi bulu tipis yang dicukur membuat saya berfantasi tidur denganya. sesekali saya juga melihat dia menykur jembutnya atau mencukur bulu kakinya di kamar mandi juga membuat junior saya tegang. atau melihatnya menyuci mobil, oh alangkah seksinya dia ketika saya melihatnya dengan baju yang ngeplat BH dan putingnya karena basah dan tentunya saya lanjutkan dengan choli atau ngocok. Tidur denganya?, tidak saya tidak berani karena takut hamil. tetapi karena saya perkembangan teknologi yang memungkinkan tidak bisa hamil maka niat saya tidur denganya hidup lagi.
Suatu hari, Orang tuaku beserta adikku pergi ke luar kota untuk mengahadiri resepsi pernikahan. Sedangkan saya tidak ikut karena saya ada ulangan di sekolah. tetapi ibu saya ingin saya ikut dengan minta ujian susulan.
Tapi saya menolak dengan pelbagai alasan karena kalau ujian susulan nggak bisa nyontek. akhirnya ortuku beserta adikku meninggalkanku. Kemudian saya belajar(lebih tepatnya membuat contekan buat besok) dan langsung tidur. kemudian saya menegrjakan ulangan dengan contekan dan setelah pulang sekolah saya langsung pulang ke rumah. setelah iu saya main PS2 sampai malam bersama teman saya dan setelah selesai teman saya langsung pulang. tidak terasa sudah malam. saya meminta Paini untuk masak. PainiPaini saya teriak memanggil paini. mungin karena terlalu keras dia lari terbiritbirit dari ruang tv ke hadapan saya. pada saat lari. susunya bergoyang kemanamana di balik baju kekecilanya otomatis membuat saya ngaceng. kemian saya langsung mengambil koran dan menutup penis saya dibalik celana pendek yang saya pakai.
paini, sudah masak nasi belum?
waduh saya lupa
masak nasi tuh kan lama, bisa setengah jam, gimana sih kamu?
Maaf mas andi, saya lupa
makanya dikurangin nonton sinetronya
sekali lagi maaf mas
ya udah, gapapa kok, lauknya apa
terserah mas
kalo gitu, nugget aja yang di kulkas
oke mas
kalau gitu saya mandi dulu, nanti kalo udah selesai saya dipanggil ya
nggih mas
itu adalah percakapan pendek saya dengan paini. kemudian saya mandi denganbersih dan menggunakan baju sepak bola dan celana pendek.
mas, makananya sudah selesai, itu suara paini memanggil saya. kemudian saya langsung makan. mbak makannya sudah selesai suaraku dengan lantang. kemudian dia datang dan membersihkan meja dan menyuci piring dan saya ke ruang keluarga dan sekilas melihat tv yang sudah hidup yang ditonton oleh nya. ternyata sebuah sinetron, ah,mengapa orang suka menonton junk ini. kemudian saya gonta ganti channel, ternyata semuanya sinetron karena lagi prime timenya
mas, kok diganti sih? katanya yang saya tidak ketahui sudah duduk dibawah
mbak masih nonton yang tadi?, itu kan jelek
bagus lo mas, itu episode terakhir lo mas
plis mas kata itu diulang berkali kali
ya udah deh
kemudian saya mengembalikan ke channel semula dan saya mengambil majalah olahraga karena saya antisinetron. dan kami sering bincangbincang ringan. ya seputar kehidupan saya di sekolah dan cerita dia. kemudian beberapa menik kemudian sinetron itu di ending dan sepasang manusia berciuman yang tentunya disensor seperti hanya keliatan punggungya.
yah, kok cuma punggungnya sih?
namanya juga di indonesia, nggak boleh diliatin
iya mas, sinetron lain juga begitu
kemudian saya melenceng dari topik
emang mbak nggak tau ciuman
nggak pernah mas, takut hamil
duh ini orang goblog banget ciuman kok hamil kataku dalam hati
mbak, ciuman itu nggak bikin hamil
emang mas pernah nyium mbak dina ya? pertanyaanya malah balik ke saya. dina adalah pacarsaya
nggak pernah, dina kan solehah, kataku. pacarku memang solehah, sayapun kalau berpacaran selalu disuruh membawa adikku. pas nembak diapun setengah mati, dia setuju, tetapi kedua orang tua juga harus setuju. itu permintaan. tapi saking cintanya. maka saya menurutinya.
Ooooo katanya
masak mbak nggak pernah?
betulan nih nggak pernah sama mas jay. jay adalah mantan pacarnya di desa. saya mendapatkan informasi ini dari mengorek HPnya
nggak, saya cuma dicium pipi sama mas jay
oooo, mbak pijatin dong
kemudian saya telungkup di sofa dan paini memijat saya.
paini, kamu kok nggak punya pacar sih
nggak tau mas
loh, kok nggak tau sih
iya nih
padahal kamu itu cantik, rayuan gombalku keluar
ah mas bisa aja
kok kamu putus sih sama mas jay
dulu mas jay ngajak begituan, tapi saya malu kemudian kami putut
loh kok malu
mmmm, dia bergumam
jawab dong
saya malu buka baju
loh kok buka baju takut?, mbak ini aneh
mmmm dia bergumam lagi, lama sekali
mbak, jawab dong, budek ya
mmmm
oi jawab dong, kataku kesal
anu mas, saya mau jawab tapi jangan bilang sapasapa ya, ucapanya lirih
oke deh
janji ya mas
IYA!, ucapan saya dengan nada menekan
saya malu dengan susu saya
ucapan ini membuat saya ngaceng plus rangsangan darinya merijat pada dalamku. otomatis penis saya tertekan
aduh
kenapa mas?
saya bingung haru menjawab apa
di situ sakitnya, dipijitnya disitu terus aja
berarti aku menambah kesakitan penisku
kemudian saya melanjutkan pembicaraan yang tadi terputus
kenapa?
kata teman saya, kegedean, terus saya juga risih kalau naik sepeda sering diliat orang mas, aku isin mas
kataku payudaramu bagus kok
ah mas ini bisa aja. coba ada opersi negecilin susu
ada tapi harganya selangit, kamu kuat?, nanti operasi di luar negeri
saya nggak kuat mas kalo segitu
bagus kok susumu paini, wanita2 itu pada ingin dibesarin kok kamu dikecilin kataku memuji
terus susu kamu bikin tambah kamu jadi sexy loo, kataku memuji lagi
ah mas ini, mukanya merah tersipu malumalu
terus muka kamu kan cantik, pujianku menjadijadi
tapi kan aku tetep gadis desa mas, kampungan, ndeso, katanya merendahkan diri
kamu bisa kok jadi gadis kota, gadis yang ada di sinetronsinetron itu
ah yang bener mas, gimana caranya?, katanya
ya dari baju sikap dll
baju, kayak gimana mas?
kalo ini kamu harus percaya diri, kamu pake tanktop atau rok mini
malu mas
udah, kamu coba dulu, saya beliin deh
duh, nggak enak mas
udah, gak papa kok
kemudian dia ke kamarnya dan mengambil uang
nggak papa nih mas, masak saya nyuruh majikan beliin baju
oh nggak papa kok, ini kan demi kamu juga, lagipula saya juga ingin keluar
makasih ya mas, jadi nggak enak nih
udah tenang saja kok
kemudian saya keluar dengan naik sepeda motor saya dan pergi ke toko pakaian yang terkemuka. mumpung lagi sale. saya memilih tang top pink, rok jeans mini dan sebuah Gstring. tapi masalahnya saya risih membawa pakaian perempuan. apalagi membawa gstring. oleh karena itu, saya mencuri pakaian daripada diketawain sama kasirnya. saya memasukan barang tsb di balik jaket saya yang seharusnya tadi dititipkan penitipan barang, tapi, karena orangnya nggak ada, saya nyelonong aja. dengan perasaan santai saya keluar dan langsung mengendarai motor ke rumah
kemudian agar keliatan beli, saya diamdiam ke dapur dan mengambil kantong kresek yang ada logo sebuah toko baju
ini paini bajunya
waduh, makasih banget mas, saya harus ganti brapa?
nggak usah ganti, gratis kok
tetapi wajh senang itu 360 derajat menjadi malu setelah melihat pakaian yang ada di dalam kantong tersebut
mas, nggak salah nih?
betul kok, kamu pasti seksi dan cantik pake itu
kamu mandi dulu, terus baru pake itu, biar tambah cantik
tapi mas, nanti paha sama belahan susu saya kelihatan lo mas
nggak papa kok, kan susu kamu gede terus kulit kamukan putih jadi cantik kok
tapi kan saya jadi malu
tenang, kan cuma ada saya dan kamu doang, jadi nggak usah malu
iya deh mas, tapi cuma semalam saja ya
iya, tapi nanti kamu jangan pake beha
loh mas, kok nggak pake beha?
kamu tahu nggak kalo pake beha bisa bikin kanker payudara nanti matinya cepat kayak artis yang diinfotaiment itu, kataku menakutinya
saya jadi takut mas
makanya kamu nggak usah pake beha aja terus, buang aja behamu, terus kamu pake CD yang saya beliin,
iya mas
Sabunanya yang banyak ya
kemudian saya menunggu beberapa menit dan akhirnya keluar juga. waduh, cantik bener, terlihat paini dengan tanktop Vneck sehinggaputingnya ngeplat dan belahan dadanya yang besar serta terlihat kakinya dan pahanya mulus yang ingin aku rabaraba. betulbetul membuat saya ngaceng sampai sakit yang kemudian menyembul dibalik celanaku, dengan cepat aku duduk dan langsung mengambil bantal yang kemudian saya taruh diatas paha
gimana mas andi katanya berusaha menutupi bagian dadanya
waduh paini kamu seksi dan cantik banget
makasih mas andi
mas jay pasti nyesel mutusin kamu kalo liat kamu kayak begini
ah mas andi bisa aja deh
kamu itu aslinya cantik dan seksi lo paini
mas tapi ada yang nyelip
nyelip?
iya mas
apaan?
Dengan malu dia berkata anu mas, kolor tali yang mas beliin
oh nggak papa kok, ayo duduk disofa
kemudian dia duduk di hadapan saya
gimana, enak nggak?
nggak enak mas, yang bawah nyelip, terus yang atas ngetat mas, nggak pake beha lagi mas, puting saya kelihatan ya mas?,saya malu sekali mas, ternyata jadi gadis kota itu susah
puting kamu keliatan bikin kamu jadi tambah seksi kamu kayak di filmfilm lo, kamu jadi model aja paini
ah, mas ini bisa aja, nanti kalau paini jadi model, nanti yang ngurus mas siapa?
udah paini, nggak usah ditutuptutupin susumu, santai aja, kan yang liat cuma aku, kalo kamu kecilin susumu, mungkin kamu nggak jadi seksi lagi lo
tenang, cuma saya dan aku, aku nggak gigit kok, aku jaga rahasia kita berdua
hihihi akhirnya senyumnya mengembang juga
mas, aku boleh salin ndak?
jangan ganti, nanti saya ajarin biar tambah seksi dan naughty
mas andi, kok kayak lagunya tata yang
nanti biar kamu seksi kaya tata young
kemudian saya memutar VCD tata young, kemudian lagu sexy, naughty

Demi Kenikmatan

Entah apa yang membuatku tergilagila kedalam permainan seks Tommy. Hampir setiap langkah aku selalu ingin berada di dekatnya. Bisikan, ciuman, rabaan, dan keperkasaannya di ranjang, selalu membuatku ingin terus mengulanginya, sampai diriku benarbenar puas, bermandikan keringat dan melayanglayang diatas segala kenikmatan duniawi.

Aku sendiri heran, mengapa hanya dengan Tommy saja diriku bisa terpuaskan. Terus terang sebagai wanita berusia 24 tahun, tingkat kebutuhan seksualku terbilang tinggi. Jika sampai dua hari saja aku tidak melakukan hubungan seks, aku seperti orang linglung, pucat, dan tanpa gairah.
Kalau sudah begini, biasanya aku selalu melakukan masturbasi dengan alat bantu penis buatan yang terbuat dari karet yang dapat bergerakgerak. Meski punya nafsu gilagilaan, aku ogah disebut maniak seks.
Firman, suamiku sendiri, tak mampu melayani kehausanku tersebut. Dia hanya mampu bertahan hingga ronde kedua saja, setelah itu batang penisnya sudah tidak akan mampu lagi untuk bertarung, sementara itu aku masih mengharapkan permainan seks ini berlanjut ke ronde empat atau lima, untuk mencapai puncak orgasme yang kuidamidamkan.
Maka, sejak hubunganku dengan suami tidak harmonis, kugunakan saja kesempatan ini untuk melanglang buana. Mencari jati diri dengan melampiaskan seluruh keinginan seksualku. Sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini, karena buah perkawinan kami telah menghasilkan seorang putri. Namun, aku telanjur tergelincir ke dalam permainan seks for fun dengan seorang pria yang usianya tak jauh berbeda denganku.
Dialah Tommy, salah seorang kenalanku. Mulanya hubungan kami biasabiasa saja. Namun gaya bicaranya yang khas sangat mengundang simpatiku. Apalagi senyumnya yang mempesona. Sungguh, Tommy sangat mengundang nafsu birahiku. Lamakelamaan aku semakin mengaguminya. Tanpa sadar aku telah terseret kedalam pesona birahinya.
Cerita itu berawal dari kondisi di mana aku sedang dililit masalah di kantorku. Aku menelepon Tommy untuk meminta pertolongannya. Dengan segala kebaikannya akhirnya dia bersedia datang dan membantuku mencari jalan keluar terhadap masalahmasalah yang sedang melilitku, setelah persoalannya beres, dia menawarkan kepadaku untuk diantarkan pulang.
Entah setan mana yang menggoda dan merasuki jiwaku, tibatiba saja aku tergoda dengan penampilan Tommy yang sederhana. Kulitnya yang coklat pekat tibatiba saja mengundang gairahku. Saatsaat seperti ini tentu aku tidak ingin menyianyiakan kesempatan untuk berduaan dengannya.
Ketika kuajukan tawaran untuk bermalam di sebuah hotel, ternyata dia tidak menolak. Di sinilah awal perselingkuhanku dengannya, di hotel PIN kamar 214. Sesaat setelah masuk kamar, kami berdiam saja. Aku masih menunggunya untuk memulai permainan. Karena dia masih malumalu, akhirnya aku menggodanya dengan menyuruhnya membuka resluiting bajuku. Selanjutnya kurebahkan tubuhku kepangkuannya, dan kucium lembut jarijemarinya tangannya. Aroma tubuhnya spontan membuat gairahku bergelora.
Mengetahui aku mulai beraksi, Tommy bereaksi dengan membalas kecupanku, dengan memberikan sentuhansentuhan lembut di dadaku, sekalikali dia juga mengecup leherku. Tommy saat itu masih mengenakan pakaian lengkap, segera kubuka ritsluiting celananya. Serentak dengan itu tanganku meraih batang penis yang tersembunyi dibalik celana dalamnya dan kuraih aku melumatnya batangan penis Tommy dengan mulutku.
Tommy pun tidak mau kalah, semakin waktu berpacu, semakin jantung kami berpacu kencang, tetestetes keringat kenikmatan mulai mengucur dari tubuh kami berdua, kunikmati sepenuhnya kelembutan kecupan Tommy yang semakin menjarah ke seluruh bagianbagian tubuhku, hingga tak tersisa di bagianbagian sensitif yang tersembunyi sekalipun.
Aku bagai diawangawang. Tubuhku yang kini telah bugil seluruhnya dilahapnya dengan habis, hingga aku merasa sangat puas. Bahkan malam itu aku mencapai puncak orgasme sampai empat kali. Malam pertamaku dengan Tommy tentu saja sangat mengesankan bagiku. Setelah itu aku, pikiranku seolah tak pernah lepas dari bayangan keperkasaanya yang telah merontokkan seluruh persendianku. Hingga akhirnya semua kegiatan menjadi kacau. Tanpa penyesalan, kucampakkan begitu saja lelaki yang tak pernah memberiku kepuasan puncak ini.
Pada minggu berikutnya, kutelepon Tommy untuk menjemputku pergi. Hari itu aku dan Tommy kembali bertarung sengit di sebuah villa di Trawas, Mojokerto. Di kamar, aku yang berbusana seksi, ternyata langsung menarik perhatian Tommy, dia langsung mendekapku dengan erat, serta dengan cepat menanggalkan seluruh busana yang kukenakan sampai tak tersisa di tubuhku. Tanpa sepatah katapun, dia sudah langsung menyantapku dengan panasnya.
Sebenarnya aku bermaksud melepaskan diri untuk menggodanya, tetapi lumatan bibirnya membuatku menggeliat hebat. Aku dibuatnya tidak berdaya dan pasrah menerima kenikmatankenikmatan yang diberikan dari tubuhnya.
Saat berbalik, aku menindih tubuhnya, serta membalas lumatanlumatan bibirnya. Kini giliranku untuk mempermainkan seluruh bagianbagian tubuh Tommy yang sensitif, terutama di bagian batang penis Tommy yang begitu kugilagilai dengan menggunakan lidahku. Aroma tubuh Tommy semakin membuat daya fantasiku mengembang dan mengobrakan seluruh gairahgairah yang ada di dalam tubuhku.
Kuambil sebotol minuman dan kutuangkan perlahanlahan di tubuh Tommy, lalu kuhisap kembali hingga kering. Tommy menyeringai, tangannya meremasremas payudaraku, semakin kencang remasanremasan tangannya, semakin kencang juga kulumat bibirnya.
Fantasi demi fantasi terus berkembang, begitu juga variasi demi variasi posisi kami lakukan untuk mencari kenikmatankenikmatan seks yang maksimal. Hal tersebut membuat aku dan Tommy seperti kerasukan, sehingga kami tidak bisa menghitung lagi berapa kali kami telah mencapai puncakpuncak orgasme malam itu, entah tujuh atau delapan kali aku mencapai klimaks, sampai akhirnya kami lemas setelah tubuh kami tidak punya kekuatan lagi untuk menopang berat tubuh kami masingmasing.
Kegilaanku atas permainan seks Tommy semakin membuatku tidak tahu waktu. Mamaku sangat jengkel atas kelakuanku ini, yang melupakan pekerjaan dan mengurus anak kami. Saking jengkelnya mamaku akhirnya mengusirku dari rumah. Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk tinggal serumah dengan Tommy. Disaat begini, hampir setiap hari waktuku tidak pernah beranjak dari kamar.
Dengan sabar kutunggu Tommy hingga pulang kerja, dan kulayani Tommy bagaikan suamiku. Kalau sebelumnya aku tidak pernah mencuci celana dalam suamiku, kini aku rela mencuci celana dalamnya. Namun akhirnya hubunganku dengan Tommy menjadi retak, lantaran aku tidak mampu mengatasi rasa kecemburuanku yang berlebihan. Sampaisampai aku tidak rela Tommy keluar malam meskipun untuk kerja.
Setiap Tommy lembur kerja, pikiranku selalu gelisah. Aku sering marahmarah, jika Tommy terlambat pulang. Maklum, Tommy orangnya mudah terpengaruh. Dan kutahu dia banyak mendapat godaan dari temanteman wanita sekerjanya.
Semakin kusayang akhirnya aku lepas kontrol untuk tidak dapat menahan amarahku. Kekesalanku ini membuat Tommy menjadi marah besar, dan akhirnya dia memutuskan untuk berpisah dariku. Meskipun telah diputuskannya, sekalikali aku masih meminta jatah kepadanya. Sejak itu aku sering bergontaganti pacar untuk meredam gairah seksualku, aku akan meninggalkan begitu saja pacar yang kuanggap tidak macho di ranjang, dan akan mencari pacar baru yang kuharapkan mempunyai kemampuan setara dengan Tommy atau bahkan kuharapkan lebih hebat dari Tommy. Hingga kini meskipun aku telah bergandengan dengan pacarku, jika Tommy menghubungiku maka aku sampai saat ini tetap tak kuasa untuk menolak untuk bermain cinta dengannya, Tommy bagiku masih merupakan sosok pria yang benarbenar luar biasa.

Bidan Cantik yang Hot

Lia adalah seorang bidan yang di tugaskan PTT provinsi yang teletak di desa pedalaman di daerah malang. Setelah tamat dari akademi kebidanan di
salah satu akademi kebidanan di malang,dia bekerja menjadi bidan desa. Lia adalah seorang gadis dengan usia 23 tahun,sebenarnya dia asli bandung,namun kedua orang tuanya di tugaskan bekerja di malang sebagai pegawai negeri.

Lia memiliki perawakan yang cukup sempurna bagi seorang laki2, dengan
tinggi 164cm,kulitnya putih,mulus,ramping,rambutnya hitam panjang dan
lurus,wajahnya sedikit mirip dengan syahrini seorang penyanyi.Dia sangat
menjaga kecantikan dan kesehatan kulitnya,mungkin karena dia seorang
bidan.Saat masih kuliah,banyak teman2nya yang iri dengannya,karena kalau
jalan2 dengannya,setiap laki2 yang berpapasan dengannya selalu tak
berkedip melihat kecantikannya.Namun hanya Deny yang dapat menaklukkan
hatinya.Deny adalah pacarnya,bekerja di salah satu perusahaan yang ada
di kota malang.Mereka merencanakan untuk menikah setelah Lia memberikan
keperawanannya kepada deny,tapi mereka hanya 1 kali melakukannya,mereka
berjanji tidak akan melakukannya lagi sampai mereka menikah 1 tahun
lagi.
Hari pertama Lia di desa itu, cukup jauh perjalanan yang dia tempuh dari
kota malang,angkutan umum pun jarang sekali ada d desa ini,Lia diantar
oleh deny menuju puskesmas untuk berkenalan dengan pegawai yang lain dan
kemudian menuju ke rumah dinasnya yang berada cukup jauh dari
puskesmas.Lia di temani oleh Dewi dan Erna yang juga seorang bidan PTT.
Lia juga dikenalkan dengan tetangganya Pak Iwan ketua RT di desa itu,Pak
Iwan sangat di segani oleh warga nya,sebenarnya dia mau di calonkan
sebagai kepela desa,tapi dia menolaknya,dengan alasan sudah banyak
memiliki urusan,Pak Iwan berusia 54 tahun,dia mempunyai 2 orang istri
yang keduanya lebih muda kira2 10 tahun darinya,maklum Pak Iwan
mempunyai banyak lahan perkebunan dan pertanian. Pak Iwan di tugaskan
oleh kepala desa untuk membantu Lia dan temannya yang lain apabila
memerlukan bantuan,dengan alasan rumah Pak Iwan lebih dekat dengan rumah
dinas mereka.
Bersama Dewi dan Erna, Lia sering bergantian ke rumah2 warga untuk
membantu ibu2 yg mau partus normal ataupun mengobati bayi yang sakit.
Untuk bertugas ke desa yang jauh,Pak Iwan lah yg sering mengantarkan Lia
atau temannya yg lain,karena mereka tidak mempunyai motor.tapi dengan
senang hatinya pak iwan selalu siap sedia mengantarkan bidan2 tersebut.
Suatu ketika Lia bertugas mau ke rumah warga yang hendak partus,karena
larut malam,Lia takut sendirian berangkat,teman2nya pun sudah
tidur,beruntung saat Lia keluar rumah,dia melihat Pak iwan duduk di
teras sambil merokok dan minum kopi,Lia pun meminta bantuan kepada pak
Iwan.Sejak saat itu Lia dan Pak iwan lebih akrab,Lia selalu mengandalkan
pak iwan untuk menemaninya bertugas,mungkin karena pak iwan memiliki
kewibaan dan badan yg kekar sehingga Lia merasa lebih terlindungi.
Karena seringnya Lia berboncengan dengan pak iwan dan jalanan yg
rusak,Lia sering berpegangan ke pinggang pak iwan,dan dada Lia terus
menerus bergeskan dengan punggung pak iwan, walaupun Lia tidak
menyadarinya,sebenarnya pak iwan mulai menyukai lia dan nafsunya semakin
menggebu2 setiap kali membonceng lia.selain lia cantik, pak iwan pun
selalu merasakan kekenyalan dada lia. Namun Lia mempunyai perasaan yg
berbeda,dia hanya menganggap pak iwan adalh sosok yg diseganinya dan
selalu di hormatinya.
Saat malam minggu,Lia baru saja pulang dari tugasnya,setelah selesai
mandi dengan handuk putih yang melilit tubuhnya,Lia mendengar ketukan
dari pintu,dengan santai Lia membuka pintu,ternyata adalah pak iwan.
Oo..pak Iwan,,silahkan masuk pak… Setelah masuk pak iwan duduk di
kursi. Ada apa ya pak?,,Lia bertanya sambil menutupi belahan dadanya
yg sedikit terbuka. Nda apa2,,cuma mau mampir saja,sambil bawakan nasi
goreng ini,,kok kelihatn sepi,,?mba dewi sama mba erna kemana,,?. Pak
iwan bertanya sambil matanya jelalatan seperti mencari sesuatu. Wah
bapak kok repot2 begini,makasih ya pak.. mmm,,dewi sama erna pulang ke
kota,katanya kangen sama orangtua,,kalau begitu,saya mau ganti baju
dulu,bapak mau minum apa?..kata Lia sambil berjalan menuju kamarnya
yang dekat dengan ruang tamu.
Begitu ya,tidak usah repot2 mba,cukup air putih saja,,apa mba Lia nda
kangen juga sama ibunya,,? pak iwan berkata sambil menyalakan sebatang
rokok sampoerna.
sebenarnya kangen sii,,tapi ortu saya lagi ada di bandung,terpaksa deh
saya tinggal sendirian disini,,Lia pun keluar dari kamarnya dengan
membawa air aqua gelas dan makanan kecil.
Mata pak iwan tercengang saat melihat lia keluar dengan pakaian serba
minimnya,lia memakai gaun tidur warna putih tanpa lengan dan celana yang
pendek sepaha.
Lalu lia berbincang2 dengan pak iwan sambil makan nasi goreng yang di
beli pak iwan, tiba2 saja hujan dengan lebatnya,lia pun menutup pintu
karena takut dengan kilat2 yang menyambar.
Karena sudah akrab,mereka berbincang2 kesana kemari dari masalah
pekerjaan sampai masalah seks. bagi Lia,seks adalh hal yang biasa dan
pak iwan bukan orang lain baginya.
Lalu perlahan2 pak iwan pun menggeser duduknya mendekati Lia, lia pun
membiarkannya,karena dia tidak curiga sama sekali. Mba lia,saya rasa
mba sudah cukup umur untuk menikah, apa pacar mba belum
merencakannya..?.
Iya pak,sebenarnya saya sudah kepingin menikah,tapi mas deny masih
terlalu sibuk sama pekerjaannya,mungkin karena dia baru beberapa bulan
di terima bekerja di perusahaan..yaa,,saya tunggu saja…
Wah,kalau begitu mba sabar saja dulu,,ngomong2 baju tidur mba bagus
sekali,boleh saya pegang kainnya,,?barang kali nanti mau belikan istri2
saya yang kaya gini…
Boleh,ini,,kata lia sambil memajukan badannya ke hadapan pak iwan.
Tapi,bukannya memegang kain baju lia, pak iwan malah mengelus2 perut lia
dari luar. Sontak Lia pun terkejut dan sedikit menjauh, Yee,,bapak kok
elus2 perut saya,,?saya kan tidak hamil pak..
Kemudian pak iwan kembali mendekati lia,,Bapak minta maaf,bapak kira
lia sudah hamil,,hehe pak iwan tersenyum bercanda sambil memegang
tangan lia.
Enak aja bapak bilang gitu,saya kan belum menikah,,Lia berkata sambil melepas genggaman tangan pak iwan secara perlahan.
Jangan begitu,malu saya pak,,masa bapak begitu..? lia menambahkan.
Mba sih terlalu cantik, badan mba membuat saya nafsu, bapak kan jadi
gemes sama mba,,mba lia mirip sama syahrini,yg d tv2 itu lo,,. Pak iwan
mulai mengeluarkan rayuan2nya.
Masa sih pak? Saya rasa, bapak berlebihan deh,,. lia pun merasa tersanjung karena di puji2 oleh seseorang yg di hormatinya.
Pak iwan semakin mendekati dan melingkarkan tangannya ke bahu lia.
Jangan begini pak, nanti ketahuan istri2 bapak, lagian saya
mengannggap bapak sudah seperti bapak saya sendiri.,,.
Mba tenang saja,istri saya kalaupun tahu nda akan berani marah,,bapak
sangat menyukai mba lia lebih dari apapun,,. Lia hanya tersenyum
sambil memandangi pak iwan.
maafkan saya pak,,saya bukan istri bapak,dan saya tidak mau jadi istri
bapak,,kan bapak sudah punya 2 istri. Lia berkata dengan sopan.
Lia melepaskan tangan iwan dari tubuhnya,Tapi iwan tidak menyerah,dia
kemudian meniupkan nafasnya ke tengkuk lia yg di tumbuhi rambut
halus,dan telinga sampai dada lia. Lia bergidik merasa geli, lalu iwan
membelai2 rambut lia yg panjang dengan lembut. Karena suasana
mendukung,hawa dingin karena hujan, dan bubuk perangsang yg di masukkan
iwan ke dalam nasi goreng lia, maka lia pun terbawa hanyut dalam pelukan
pria yg hampir seusia ayahnya itu.
Lia terbawa arus gairah laki2 itu,badannya panas dingin karena sentuhan2 iwan..
Dengan liarnya tangan iwan, dia memasukkan jari2nya ke dalam baju lia
dan meremas2 bongkahan dada yg tidak terlalu besar namun sangat
menggairahkan dan juga kenyal. Sementara mulut iwan menempel di bibir
lia yg kemerah2an,lidahnya menyusup mencari2 lidah lia, cukup lama
mereka berciuman dengan penuh nafsu, lia pun hanya bisa
mendesis,,Sssshh,,Paak,,.
Walaupun hujan deras di luar sana, lia mengeluarkan keringat, terlihat
wajah Lia memerah menahan nafsu. Sssshh,,Apa yg mau bapak lakukan ke
saya,,,? Kenapa badan saya begini pak,,?. Iwan pun tersenyum mendengar
perkataan lia,,menandakan bahwa lia sudah pasti takluk di pelukannya.
Kemudian iwan menggendong lia ke kamar, dan membaringkannya d ranjang.
Apa mba lia bersedia untuk saya cumbui malam ini,,? iwan berkata
sambil melepas kaosnya dan celana panjangnya. Jangan paak,,! saya
masih perawan… Lia masih sempat berpikir dengan akal sehatnya, dia
berbohong kepada iwan agar iwan merasa kasian dan menghentikan
kelakuannya.
Tenang sayang,,saya akan pelan2… Bukannya kasihan tapi iwan
semakin antusias ingin cepat meniduri lia. Dan lia semakin tidak berdaya
saat iwan mulai menindihnya.
Kembali iwan mengulum bibir lia yg merekah pasrah. Iwan membuka baju
lia, terpampang lah tubuh bagian atas lia yg indah. Lia hanya mendesis
dan memejamkan matanya saat celananya di tarik iwan. Lia terlihat malu
karena dia tinggal mengenakan BH dan CD berwarna putih saja.
Iwan kemudian bergerak menciumi pipi, leher, telinga, dan dada lia
berulang ulang kali,,lia tak kuasa di perlakukan seperti itu, kedua
tangannya mulai memeluk tubuh iwan. Aaahh..Paak, Jangan begini,,Lia
geli… Iwan berhenti sebentar untuk melepas kaitan BH lia,dan saat
terlepas, iwan kagum melihat puting payudara lia yg sudah membesar
mencuat ke atas berwarna merah muda,, langsung di hisapnya puting
sebelah kanan, sedangkan puting yg sebelah kiri di main2kan dengan jari
iwan. Lia mengeluh saat iwan menjilat2 putingnya, Uuuuh.,,Mmm,,..
Sudah pak, lia ngga tahan, Ssshh,,.
Tangan iwan menarik keluar CD lia yg sudah cukup basah, kembali iwan
mengagumi kemolekan tubuh bidan ini, vagina nya memerah merekah, mungkin
karena kulitnya yg puting. di daerah sekitarnya tumbuh bulu2 halus,tapi
tidak lebat.
Langsung saja mulutnya menciumi bibir vagina dengan buasnya,, Ssllurp
ssllurp,, terdengar bunyi mulut iwan sedang beradu kenikmatan dengan
vagina lia,, Aahhh,,aahh,, Ssshh,,. Lia memegangi kepala iwan dengan
erat,sedangkan kepalanya sendiri bergerak ke kiri dan ke kanan menahan
nafsu.
Dengan jari telunjuknya, iwan mulai mengucek2 liang vagina lia,sontak
lia pun semakin meracau Aaaghh,,apa itu paak yg ada d vagina
Liaa,,Uuuhh… Iwan malah menjawab pertanyaan lia dengan cara
memasukkan lidahnya ke lobang Lia..
Uuuu,,,Lia pengin pipiiis,,Aaaghhh,,. Akhirnya lia pun mengalami
orgasme yg cukup deras hanya karena cumbuan iwan di vagina nya..
Iwan terus menerus mengisap2 cairan lia sambil melepas celananya,mencuatlah penis iwan yg sudah tegang. Sekarang,tolong isapin penis bapak ya sayang. Lia terkejut melihat penis iwan yg terlalu besar baginya, karena penis deny pacarnya tidak sebesar dan
sepanjang itu. Kenapa kontol bapak besar banget pak?,,saya takut… Lia berkata
sambil mengocok2 penis iwan, sesekali memasukkannya ke dalam mulutnya
dan di isap2nya. Mba tenang saja,bapak akan memberikan kenikmatan yg
besar juga. Iwan menenangkan Lia dan merasakan nikmatnya hisapan lia
yg cantik ini.
Puas dengan mulut lia, iwan pun merubah posisi kembali menindihnya
sambil membuka kedua paha lia. Pelan ya pak, lia khawatir. Sedikit
demi sedikit kepala penis iwan memasuki lobang lia, Sshhh,,paak,
Aduuh.., lia merasakan vaginanya mulai terisi oleh penis iwan.Aaaaaghh,,perih paak, Dengan sekali sentakan penis iwan masuk semuanya ke dalam vagina lia yg terus berdenyut2. cukup lama iwan mendiamkan penisnya d dalam vagina lia,setelah lia mulai menggeliat2 barulah iwan melakukan penetrasi,mengeluar masukkan dan memutar2 mencari2 titik kenikmatan lia. Ouh,,Sssh,,Enak sekali kontol bapak,, teruus, masukkan lebih dalam, Aahhhhh… Lia begitu menikmati genjotan2 iwan yg mulanya dia tolak. Vagina kamu juga enak,lebih enak daripada punya istri2 saya, jarang ada vagina seperti punya kamu yg bisa menyedot penis bapak terus2an begini, Ouhh… Iwan kemudian membalik badan lia agar posisi menungging, kembali di sodok iwan lobang kenikmatan itu dari belakang.
Susu lia menggantung dengan indahnya sambil diremas2 oleh iwan. vagina
saya rasanya penuh paakk,,Aaaahh,,Aaaaah,,. Tak berapa lama kemudian
lia memuncratkan Cairan maninya saat orgasmenya yg kedua, menyusul iwan
juga tidak dapat menahan kenikmatan karena pijatan2 vagina lia. Banyak
sekali sperma yg di muntahkan iwan kedalam rahim lia, rasa hangat yg lia
rasakan. Merekapun roboh,diam tanpa suara sambil berpelukan. Akhirnya iwan dapat
menaklukkan dan memuaskan lia gadis impiannya walaupun dia curiga bahwa
lia tidak perawan lagi. Lia terus menerus disetubuhi oleh iwan sampai
menjelang pagi, 4 ronde percintaan yg mereka lakukan. Vagina lia
dipenuhi dan diisi terus menerus oleh iwan. Lia pun sadar dia akan
segera hamil, karena waktu itu adalah masa suburnya.
Besok paginya lia terbangun tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya,
pak iwan sudah tidak ada lagi di sampingnya, mungkin sudah pulang
pikirnya. Jam menunjukkan pukul 11 pagi, terdengar ada ketukan pintu,
lia mengira itu adalah pak iwan, ternyata saat dia bukakan pintu, betapa
kagetnya lia yg datang adalah Deny,pacarnya. Deny menjemput Lia untuk
pulang ke kota, dan melamar Lia untuk menjadi istrinya, Lia pun
menerimanya. Akhirnya selang 3 minggu Lia sudah menikah dengan Deny tapi Lia tidak
akan bisa melupakan kenangan nikmat yg telah diberikan oleh Pak Iwan.

Mantan Pacar

Nama saya WR secara tidak sengaja saya bertemu dengan eks pacar saya sewaktu SMA dahulu karena teman dekat saya kenal dengannya. Suatu malam sepulang kita dari kerja, HS menelepon saya dan bertanya apakah saya bisa bertemu dengan dia untuk makan malam. Ah, mengajak saya untuk saya pergi makan malam, kita akhirnya pergi makan di sebuah restaurant di bilangan Sudirman.

Tempatnya cukup ramai dan kita duduk disatu sudut dari restaurant itu. Sambil makan kita minum wine, dan ini adalah salah besar karena saya gampang tipsy kalau minum white wine, lumayan juga kita minumnya. Setelah selesai makan, HS bertanya apa saya harus langsung pulang, saya bilang tidak! asalkan tidak terlalu malam. Waktu kita naik lift untuk turun, HS menekan tombol di salah satu floor dan kita keluar menuju salah satu kamar.
Rupanya HS sudah checkin lebih dahulu. Di kamar HS langsung mencium saya dan membuka baju saya, payudara saya diremasremasnya dan ini membuat saya mengelinjang keenakkan. Dia terus mencium dan menjilat puting saya, dikulum dan dihisaphisap oleh HS. Kemaluan saya sudah terasa basah dan kepala saya sepertinya setengah mengambang karena wine tadi. HS kemudian merebahkan saya di tempat tidur dan ia melepaskan baju dan celananya. CD saya dilepas juga bra saya, saya sudah telanjang bulat. HS bilang dia senang lihat kemaluan dan rambut kemaluan saya. Saya mempunyai rambut kemaluan yang tebal tapi sering saya rapihkan karena AA senang dengan bulu yang rapih. Kemaluan saya sudah semakin basah, dan HS mulai memainkan jarinya di kemaluan saya, klit saya dielus elusnya dan jarinya masuk ke dalam kemaluan saya. Gerakan jari HS saya sambut dengan menggoyangkan pinggul saya mengikuti irama jari HS. Cairan dari kemaluan saya sampai meluber ke paha dan kena ke sprei. Saya sudah sangat terangsang dan penis HS saya pegang, penis HS sangat kecil di bandingkan dengan penispenis yang pernah saya rasakan. Tapi apa boleh buat, yang ada sekarang adalah penis HS. Saya berusaha membuat penis HS menjadi keras. Yang penting bisa keras, jadi bisa saya masukkan ke dalam kemaluan saya.
Saya terus mencium HS dan turun keputingnya, saya hisap dan mainkan lidah saya, banyak cowok yang merasa geli dan senang kalau dihisap putingnya, sama saja seperti kita para wanita. HS juga tidak terkecuali, dia menikmati hisapan saya dan penisnya menjadi keras. Perlahanlahan saya mencium badan HS dan akhirnya sampai juga kepenisnya yang kecil itu, saya hisap dan masukkan semua ke dalam mulut saya. Seluruh penis HS masuk kedalam mulut saya dan mengulumnya sangat mudah bagi saya. HS mengerang dan kepalanya goyang kekiri dan kanan, sepertinya dia senang kalau penisnya saya hisap. AA paling senang kalau penisnya saya hisap, rata rata lakilaki yang tidur dengan saya senang dengan cara saya menghisap penis. AA selalu bilang kalau saya selalu kasih the best blow job. Memang AA sudah tidur dengan beberapa wanita dan beberapa wanita itu saya kenal. Cemburu sih sebetulnya kalau dengar atau tahu AA tidur bersama wanita lain. Rasanya mau marah saja, tapi kalau saya yang tidur dengan lakilaki lain sih lain lagi ceritanya.
HS kemudian menarik saya ke atas sampai badan saya berada di atasnya dan kemaluan saya pas di bibirnya, rupanya dia ingin menjilat kemaluan saya. Saya tekan kemaluan saya ke bibirnya dan saya gosokgosokkan di atas mulutnya. HS mencoba mencari klit saya, tapi saya punya klit sangat kecil, ini menurut AA, jadi sama dong saya dan HS. Cukup lama HS menjilat kemaluan saya, setelah itu dia merebahkan saya dan naik ke atas badan saya, paha saya dibuka dan penisnya diarahkan ke kemaluan saya, basah sekali kemaluan saya dan saya sudah sangat horny. Kaki saya, saya angkat ke atas bahu HS, ini membuat kemaluan saya terbuka dengan lebar. HS mendorong penis kecilnya ke dalam kemaluan saya dalam satu gerakan, dorongannya sangat keras, kuat dan dalam dalam. Saya berusaha mengecilkan kemaluan saya tapi agak sulit, karena penisnya terlalu kecil dan kemaluan saya sudah dilewati oleh tiga anak dan beberapa penis yang besar. Salah satunya sekitar 13 inchi dengan diameter kira kira 78 centi. Tekanan dari penis HS cukup memberi gesekan ke klit saya yang membuat saya tambah terangsang dan basah, beberapa kali penis HS terlepas dari kemaluan saya, terlebih lebih kalau dia mengangkatnya telalu jauh, atau saya menurunkan pinggul saya terlalu dalam.
Satu hal yang saya tidak harapkan adalah keluar dengan penis yang sekecil ini. Penis yang besar saja saya tidak bisa keluar apalagi penis kecil segini saya rasa tidak lebih dari 5 centi. Ternyata gesekan HS membuat darah saya berputar lebih cepat, dan juga dampak dari wine menambah rangsangan ke klit saya, saya merasakan darah saya terpusat dikemaluan saya dan klit saya terasa membengkak, demikian juga kemaluan saya. Tidak lama kemudian saya keluar, pinggul saya dorong ke atas kuatkuat, waktu tekanan bertambah saya mulai mengeluarkan erangan dan saya peluk HS kuatkuat sambil bilang ke dia kalau saya akan keluar, tahu kalau saya mau keluar, HS bersemangat, penisnya ditekan keraskeras ke kemaluan saya dan air mata keluar dari sudut mata saya, biasanya kalau saya keluar dengan nikmat saya suka keluar air mata, jadi yang keluar bukan dari bawah saja tapi air mata saya juga menetes keluar. Yang aneh saya nggak pernah merasakan seprerti orang lain cerita kalau banyak sekali cairan keluar dari lubang kemaluan, lebihlebih kalau lakilaki yang cerita pasti mereka berbohong, memangnya ini penis yang bisa mengeluarkan sperma.
Saya cium HS sambil merasakan gelombang orgasme saya, rasanya nikmat sekali dan sangat menyenangkan, benarbenar di luar dugaan saya. Saya mencoba membuat HS keluar, tapi tidak bisa, akhirnya HS mencabut penisnya dan memasukkan kedalam mulut saya. Kalau AA tahu pasti nanti dia minta saya hisap penisnya setelah masuk kekemaluan saya. Penis HS terus saya hisap dan hisap, ketika HS hampir keluar, dia cabut dan memasukkan kembali kekemaluan saya dan HS mengeluarkan spermanya ke dalam kemaluan saya. Anehnya saya tidak merasakan apaapa. Biasanya terasa di dinding dalam kemaluan saya. Tapi kali ini tidak terasa apaapa. Saya tanya apa HS sudah keluar dan dia bilang sudah, memang kalau dia keluar hanya sedikit saja tapi kali ini katanya sih sangat nikmat, malahan yang terenak, saya hanya bisa bilang gombal. Setiap lakilaki yang tidur dengan saya selalu bilang kalau kemaluan saya yang terenak, padahal mereka bilang begitu ke setiap kemaluan yang dia singgahi.
HS kemudian tertidur di dada saya, penisnya mengecil dan lepas dari kemaluan saya. Waktu HS bangun, saya sih nggak bisa tidur sama sekali. HS berusaha untuk memulai kembali tapi sepertinya sih nggak mungkin. HS minta maaf kalau penisnya kecil dan spermanya sedikit. Saya hanya bilang nggak apaapa. Waktu HS ke kamar mandi, kirakira jam 9.45 malam saya telepon AA di rumah dan bilang kalau saya baru saja selesai dikerjain oleh HS dan rasanya nikmat, cuma penisnya kecil sebentar lagi saya pulang. Jam 10 malam saya sampai di rumah dan AA sudah menunggu saya purapura tidur di kamar, Saya belaga tidak tahu kalau dia cuma purapura, saya taruh kemaluan saya di mulutnya dan menekannya ke bibirnya seperti waktu sama HS di hotel. Kemaluan saya basah sekali dan pasti bau sperma dan keringat kita berdua, tapi setahu saya ini yang disukai oleh AA, AA pura pura terbangun dan mulai menjilat kemaluan saya, jarinya dimasukkan ke dalam kemaluan dan pantat saya, dengan mudah AA memasukkan jarinya kelubang pantat saya, karena dari tadi sudah basah karena kemaluan saya.
Saya suka kalau AA memasukkan jarinya kelubang pantat saya waktu dia tidur atau mainkan kemaluan saya. Rasanya nikmat sekali, seperti disetubuhi oleh dua orang. Penis AA kelihatannya sudah keras sekali dan menonjol dari dalam celana pendeknya. Saya keluarkan dan mengeluselus penis AA, sambil menceritakan apa yang terjadi di hotel tadi. Ini membuat AA tambah buas dan benarbenar menjilat kemaluan saya. Penis AA saya hisap dan melakukan persis seperti apa yang saya lakukan ke HS. AA mengerang dan berusaha menekan penisnya lebih dalam lagi, tapi tidak mudah bagi saya karena penisnya lumayan besar, saya sepertinya masih harus belajar deep throat dulu nih. Setiap AA mengerang saya hisap penisnya lebih keras seperti apa yang saya lakukan ke HS, akhirnya saya pindahkan badan saya dan memasukkan penis AA ke dalam kemaluan saya. Sambil menceritakan bagaimana HS tiduri saya. Cerita ini membuat AA lebih hot dan akhirnya AA bilang kalau dia mau keluar, kita akhirnya keluar bersamaan dan rasanya nikmat sekali, air mata saya juga keluar bersamaan dengan orgasme saya. Hampir setiap kali AA dan saya keluar bareng dan kita selalu menanyakan seenak apa orgasme kita saat itu. Kalau tidak enak kita bisa bilang dengan terus terang tanpa takut menyinggung perasaan partner kita. Inilah keterbukaan antara kita berdua jadi kita benarbenar bisa menikmati seks dengan penuh.

AA memang sangat spesial karena dia bisa menahan cemburu waktu saya tidur dengan orang lain. Jarang sekali ketemu dengan orang seperti dia lebihlebih orang Indonesia. Saya rasa AA pasti akan nulis lagi tentang saya dengan pria lainnya.

Bandung Lautan Birahi

Meskipun telah belasan tahun meninggalkan Bandung keterikatanku kepada kota kembang itu tidak begitu saja lepas, terutama setelah kegagalan rumah tanggaku. Dalam setahun aku sempatkan 23 kali berkunjung ke Bandung bernostalgia bersama kawankawan yang tetap bertahan tinggal disana selepas kuliah. Walaupun kesemrawutan kota Bandung agak mengurangi kenyamanan namun tetap tidak mengurangi keinginanku untuk berkunjung.

Banyak perubahan terjadi, Jl. Dagojuga daerah2 yg aku sebut kota lamaCipaganti, Cihampelas, Setiabudhi, Pasteur dan daerah lainnya yang hancur keasriannya demi pembangunan namun ada dua hal yg masih bertahan, makanannya yang enak dan bervariasi dan..wanitanya yang terkenal cantik. Di Bandung, beberapa kali kita melangkah akan selalu bertemu wanita cantik anekdot kawankawan dan itu hampir sepenuhnya benar.
Oktober 1998 dengan kereta Parahyangan siang aku berangkat ke Bandung, liburan nostalgia selalu aku lakukan saat weekday menghindari hingar bingar Bandung saat weekend. Setelah menaruh tas bawaanku, menghempaskan tubuh dibangku dekat jendela dan langsung membuka novel John Grisham kegemaranku. Belum lagi selesai membaca satu paragraph aku dikejutkan sapaan suara halus: Maaf, apakah tidak keberatan kalau kita bertukar bangku? aku menengadah, kaget dan terpana! begitu mengetahui si pemilik suara. Hmm..sure..ehh maaf..tidak, maksud saya tidak apaapa jawabku dengan gagap.
Dia cukup tinggi untuk ukuran wanita Indonesia lebih kurang 170, putih, postur yang proporsional dengan rambut hitam lurus sebahu bak bintang iklan shampoo! Umurnya kirakira sekitar akhir 20an mengenakan baju krem ketat dan celana hitam yang juga ketat sehingga menonjolkan semua lekaklekuk tubuhnya! Saat aku berdiri bertukar bangku, semilir tercium aroma parfum lembut yang entah apa merknya, yang pasti pas sekali dengan penampilannya.
Maaf mengganggu kenyamanan Anda tapi saya seringkali tertidur dalam perjalanan, kalau dekat jendela lebih mudah menyandarkan kepala Ia menjelaskan sambil meminta maaf.
Ngga apaapa kok sahutku, bagaimana mungkin menolak permintaannya gumamku dalam hati. Setelah selesai merapihkan bawaannya Iapun duduk dan membuka Elle edisi Australia yang dibawanya. Kamipun tenggelam dengan bacaan masingmasing. Ingin rasanya aku menutup John Grishamku dan memulai pembicaraan dengannya namun melihat Ia begitu asik dengan Ellenya niat itu pun aku urungkan. Kesempatan itu muncul saat pesanan makanan kami tiba,
Suka juga roti isi tanyaku membuka pembicaraan
Iya, entah kenapa aku suka sekali roti isi di kereta, padahal rasanya biasabiasa aja jawabnya
Mungkin suasana kereta membuatnya enak lanjutku sekenanya
Mungkin, oh ya Mas kenalkan saya Vini sambil menjulurkan tangannya
Reno, ngga pake Mas sahutku sambil menyambut tangannya
Hihihi tawanya renyah Kamu lucu juga, dalam rangka apa ke Bandung
Mainmain aja kangen sama Bandung dan kawankawan jawabku.
Vini sendiri ke Bandung dalam rangka apa tanyaku.
Tugas kantor jawabnya singkat tegas sepertinya enggan untuk menceritakan pekerjaannya.
Tinggal dimana Vin di Bandung Ia menyebutkan salah satu hotel berbintang di Dago
Lho kok sama? aku juga di kamar 313″ suatu kebetulan yg mengejutkan
Oh ya?!! satu lantai pula ujar Vini tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Selepas makan kami tidak lagi membuka bacaan masingmasing, obrolanobrolan mengalir dengan lancar diselingi dengan jokejoke nakal yang ternyata disukainya. Perbendaharaanku yang satu ini cukup lumayan banyak, sisa perjalanan rasanya seperti hanya kami yang ada dikereta. Vini bahkan tidak lagi malu untuk memukul pundak atau mencubit kecil lenganku manakala ada joke yang sangat nakal. Tanpa terasa kami tiba di stasiun Bandung tepat jam 16.30, kami naik mobil jemputan hotel sambil terus bercengkerama dengan lebih akrab lagi.
Di hotel kami berpisah, kamarku dikanan lift sementara Vini dikiri. Dikamar aku langsung merebahkan diri membayangkan Vini dan mengingatingat semua kejadian di kereta, di mobil dan di lift aku memutuskan untuk mengajaknya makan malam atau jalanjalan bahkan kalau bisa lebih dari itu. Karenanya aku urungkan menghubungi kawankawanku. Dan terlelap dengan senyum terukir di bibirku.
Jam 19.00 aku dikejutkan oleh dering telepon, belum lagi napak bumi aku angkat telepon
Hallo jawabku dengan suara ngantuk.
Hi Ren tidur ya?sorry ganggu terdengar suara halus diseberang.
Vini!! langsung aku bangkit Is ok, aku juga niatnya bangun jam segini tapi lupa pesan di front office tadi jawabku. Ada apa Vin?
Kamu jadi ngga ketemuan sama kawankawan Ren?
Hmm..aku belum sempat call mereka, ketiduran
Gimana kalau malam ini datang sama aku, soalnya aku ngga jadi dinner meeting
Sayangkan dandananku kalau harus dihapus lanjutnya dengan tawanya yang khas
Aku shock mendengarkan ajakannya sampaisampai tidak tahu harus berkata apa
Halloo..anybody home? Kok diam sih? serunya, mengejutkan
Ooohh maaf..kaget..soalnya surprise..kaya ketiban bulan, diajak datang bidadari jawabku. Dasarr..kamu tuh..ketiban aku baru rasa, cepat mandi dong, casual aja ya menutup pembicaraan.
Tidak usah disuruh dua kali akupun langsung mandi, keramas, berpakaian casual, parfum disemua sudut tubuh dan langsung menuju kekamarnya. Saat pintu terbuka aku hanya bisa melongo melihat penampilannya yang casual, Vini mengenakan rok jeans sedikit diatas lutut dengan dengan belahan dipaha kiri depan yang cukup tinggi, atasan kaos melekat ketat ditubuhnya dengan bahu terbuka, sungguh pemandangan yg menyekat kerongkongan. Hii..kok bengong lagi sih tegur Vini menyadarkan aku dan kamipun segera bergegas. Setelah puas menyantap soto sulung dan sate ayam dipojok jl. Merdeka kami lanjutkan menghabiskan malam disalah satu kafe di daerah Gatsu, Vini memilih seat di bar yang agak memojok dengan cahaya lampu yang minim. Aku memesan tequila orange double dengan ekstra es sementara Vini memilih illusion, hentakan musik yg keras membuat kami harus berbicara dengan merapatkan telinga dengan lawan bicara, saat itulah, aku mencium aroma parfum malamnya, ditambah dengan nafas yang menerpa telingaku saat berbicara membuat sensor birahiku menangkap sinyal yang menggetarkan bagian sensitif ditubuhku.
Waktu band memainkan lagu yang disukainya Vini turun dari kursi, bergoyang mengikuti irama lagu, sebuah pemandangan yang menakjubkan, gerakan pundak telanjangnya, tangannya dan pinggulnya begitu serasi. Erotis namun tidak memberikan kesan vulgar, dan saat kami turun ditempat (bukan di dance floor)lebih tepat disebut berpelukan dengan sedikit gerakanbuah dadanya sesekali menyentuh tubuhku, aku merasakan getarangetaran halus dan hangat menjalar diseluruh tubuhku. Entah pada turun yg keberapa kali aku memberanikan diri, kukecup lembut lehernya dan..Ehh.. hanya itu yg keluar dari bibirnya yang sensual. Seolah mendapat ijin akupun memeluknya lebih erat serta sekilas mengecup lembut bibirnya, setelah itu Vinilah yang memberikan kecupankecupan kecil di bibirku..Malam yang indah.
Sebelum tengah malam kami meninggalkan kafe, dalam taksi menuju hotel Vini menyandarkan kepalanya di dada kananku, kesempatan ini tidak aku siasiakan, kuangkat dagunya membuatnya tengadah. Sekilas kami perpandangan, bibirnya bergetar, Vini memejamkan matanya seakan mengerti keinginanku segera saja kubenamkan bibirku di bibirnya, kecupan lembut yang semakin lama berganti dengan pagutanpagutan birahi tanpa peduli pada supir taksi yang sesekali mengintip lewat kaca spion. Lidah kamipun menggeliatgeliat, saling memutar dan menghisap, sementara tanganku merabaraba dadanya dengan lembut, belum sempat bertindak lebih tidak terasa taksi kami telah sampai di hotel.
Kamipun bergegas menuju lift dan melanjutkan lagi apa yang kami lakukan di taksi, kusandarkan tubuhnya di dinding lift memagut leher dan pundaknya yg putih telanjang. Reno..eehh.. desahnya. Keluar lift Vini menarik tanganku kekamarnya, begitu pintu kamar ditutup Vini langsung menarik kepalaku memagut bibirku dengan bernafsu, lidahnya kembali menggeliatgeliat di mulutku namun lebih liar lagi. Kusandarkan tubuhnya di dinding kamar agar tanganku lebih leluasa, tangan kananku memeluk pinggulnya sementara tangan kiri mulai meremasremas buah kenikmatannya yang begitu kenyal. Kejantananku membatu, ingin rasanya segera kukeluarkan dari kungkungan celana tapi kutahan, aku ingin menikmati semua ini perlahanlahan. Kutarik pinggul Vini sambil menekan pinggulku membuat perangkat kenikmatan kami beraduwalaupun masih terbungkusmembuat desiran darah kami meningkat dan semakin memanas saat kami menggesekgesekannya. Ahh..Ren..desah Vini kembali dan saat itu kurasakan lidahnya yang hangat basah menjalar di telingaku melingkarlingkar di leherku. Eeehh..aahh.. giliran aku yang mendesah merasakan permainan lidahnya.
Lidahnya semakin turun kedadaku sementara jarijari lentiknya membuka kancing bajuku satu per satu. Dan.. lidahnya berpindah keputing dadaku, berputarputar jalang, mengecup, menghisap dan sesekali menggigitgigit kecil. Terus Vin..teruss..ahh.. suaraku bergetar meminta meneruskan kenikmatan yang diberikan mulutnya. Kurasakan Vini semakin liar memainkan mulutnya yang semakin turun. Ia berlutut saat lidahnya meliukliuk di pusar sambil tangannya membuka celanaku. Vini meremas, mengecup dan menggigitgigit lembut kejantananku yang masih terbungkus CD dan setelah itu Ia memasukan tangannya kedalam CD dan mengeluarkan milikku yang sudah membatu. Ia menggenggam dan menggosokgosokkan jempolnya di ujung kepala kejantananku yang sudah basah menimbulkan rasa ngilu yang nikmat..dan..akhirnya..lidahnya berputarputar disana.
..aakhh..sshh..desahku tak tertahan manakala lidahnya semakin kencang bergerak dibawah kepala kemaluanku dan diteruskan keseluruh batang dan buah zakar. Enakk Vin..
aahh..kamu pintar sekalii..hisap cantik..hisapp.. aku meracau tidak karuan memintanya melakukan lebih lagi.
Vini mengerti betul apa yang harus dilakukannya, dikecupnya kepala kejantananku dan dimasukannya..hanya sebatas itu!dan mulai menghisaphisap sambil tetap lidahnya menjilatjilat, berputarputar..serangan ganda!!sunguh nikmatt!! Setelah itu barulah Ia menelan semuanya membuat seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan. Kuraih kepalanya memasukan seluruh jarijemariku dirambutnya yang halus dan menggenggamnya, dengan demikian memudahkan aku mengatur gerakan kepalanya. Namun semakin lama genggamanku tidak lagi berguna, karena ritme gerakan kepalanya semakin cepat mengkocokkocok kemaluanku membuat tubuhku serasa melayanglayang, semakin aku mengerang kenikmatan semakin cepat Vini menggerakan ritme kocokannya. Nikmat Vin..ahh..lagi..lebih cepat..oohh pintaku diselahselah erangan yang semakin tidak terkontrol. Dan begitu kurasakan akan meledak segera kutahan dan kutarik kepalanya, aku tidak ingin menyelesaikan kenikmatan ini dimulutnya.
Kuangkat tubuhnya dan kupeluk mesra. Suka?bisiknya bertanya. Suka sekali..kamu hebat.. jawabku berbisik sekaligus menjilat dan menghisap kupingnya. Ooohh.. erang Vini. Kubalas apa yang Ia lakukan tadi, kupagut leher dan pundaknya serta membuka atasan dan bra 34bnya, dua bukit kenikmatannya yang bulat putih itupun menyembul dengan puting kecil pinkies yang sudah mengeras. Lidahkupun segera beraksi menjilatjilat putingnya Eeehh..Reno.. lenguh Vini dan membusungkan dadanya meminta lebih, kuhisap putingnya Auuhh..akkhh..erangannya semakin keras, hisapanku semakin menggila bukan lagi putingnya tapi sebagian buah dadanyapun mulai masuk kedalam mulutku. Aaaghh.. Ren..aauuhh..kamu ganaas..jeritnya.
Puas melumat buah kenikmatannya gilirin aku yang berlutut sambil melepas roknya, tampaklah CD mini putih menutupi kewanitaannya. Kueluselus bagian yang terhimpit paha dengan jari tengahku terasa lembab dan kumasukan dari sisi CDnya sehingga menyentuh daging lembut basah.
Renoo..uugghh..kembali erangan birahi keluar dari mulutnya waktu ujung jariku mulai bergerakgerak di mulut kewanitaannya sementara mulutku sibuk mengecup dan menjilat sebelah dalam paha mulusnya. Beberapa saat kemudian penutup terakhir itu kulepaskan, rambut2 halus tipis menghias kewanitaannya dengan klitoris yang yang menyembul dari belahannya. Kuangkat kaki kirinya meletakan tungkainya di bahu kananku sehingga leluasa aku melihat seluruh bagian kenikmatannya.
Akupun mulai sibuk menjilati dan sesekali menghisaphisap klitorisnya. Aaa..Renoo.. jerit Vini tertahan sambil menjambak rambutku yang panjang, lidahku bergerak cepat menggeliatgeliat menjilat kewanitaannya yang semakin basah, sementara jariku berputarputar didalamnya. Ssshh..eehh desis Vina merasakan hisapanku yang kuat di lubang kenikmatannya. Kubuka bibir kewanitaannya dan menjulurkan lidahku lebih dalam dalam lagi Vinipun membalas dengan menyorongkannya kemukaku, praktis semua sudah dimulutku, kumiringkan sedikit kepalaku sehingga memudahkan aku memakan semua kewanitaannya.Renoo..stopp..aahh..aku ngga tahann..aku tidak memperdulikan keingingannya bahkan semakin menggila My godd..Renn..shhff..pleasee..stop tangannya sekuat tenaga menarik rambutku agar mulutku terlepas dari kewanitaannya.
Akupun berdiri mengikuti keinginannya kurebahkan tubuhnya ditempat tidur dan kamipun bergumul saling memagut, menghisap dan meremasremas bagianbagian sensitif kami. Sekarang Ren..sekarang.. pleasee..pintanya berbisiknya. Aku merayap naik ketubuhnya, Vini membuka lebar kedua kakinya Iapun menggelinjang merasakan kepala kejantananku memasuki mulut kewanitaannya, kuhentikan sebatas itu dan mulai menggerakannya keluar masuk dengan perlahan. Ooohh yaa..Renn..enakk.. Vinipun mulai mengayunkan pinggulnya mengikuti gerakangerakanku, sementara mulutku tidak hentihentinya mengulum buah dadanya.Aagghh..terus Ren..lebih dalamm..aagghh.. pintanya, kutekan batang kemaluanku lebih dalam dan..Ssshh..desisku merasakan kenikmatan rongga kewanitaanya yang sempit meremasremas sekujur batang kemaluanku.Aaaugghh..punya kamu enak Vin.. akupun semakin kencang memacu tubuhku membuat Vini semakin mengelepargelepar.
Ahh..oucchh..nikmat Ren..sshh..desahnya merasakan gesekangesekan batang kejantananku di dinding kemaluannya. Saat kami merasakan nikmatnya kemaluan masingmasing, tak hentihentinya kami saling menghisap, memagut bahkan mengigit dengan liarnya..dan.. Ugghh..Renn..fuck me..fuck me hard..Im comingg honey.. tubuh Vini mengejang dan tangan serta kakinya memeluk tubuhku dengan kencang Ouchh..oohh..aku keluar Renn..aaghh.. Iapun kejang sesaat kurasakan denyutdenyut di kewanitaannya dan..tubuh Vinipun lungai.
Maaf Ren aku duluan..ngga tahan, habis udah lama ngga.. bisiknya, aku masih diatasnya dengan kemaluan yang masih terbenam didalam kewanitaannya. Ngga apaapa Vin cewekan multiple orgasm, masih ada yang kedua dan seterusnya kok.. jawabku menggoda. Memangnya kuat..? tantangnya. Lihat aja nanti..membalas tantangannya. Ihh..itu sih doyan .. seru Vini manja sambil mencubit pinggangku. Kubalas cubitannya dengan memagut lehernya dan menjilat telinganya sementara pinggulku mulai berputarputar perlahan…Mmhhff..kupagut bibirnya, lidah kamipun saling bertaut, meliuk dengan panasnya. Birahi kamipun kembali membara, tekanan pinggulku dibalasnya dengan putaran pinggulnya membuatku melayanglayang. Shhff..agghh..ouch.. desahanpun tak tertahan keluar keluar dari mulutku. Dengan bahasa tubuh Vini mengajak pindah posisi, Ia diatas memegang kendali.
Vini menekan kewanitaanya dalamdalamsehingga kejantananku menyentuh ujung lorong kenikmatannyadan mengayunkan pinggulnya mundurmaju. Semakin lama ayunannya semakin cepat, tak kuasa aku menahan hentakanhentakan kenikmatan yang keluar dari seluruh sendisendi tubuhku.
..teruss Vin..aahh..lagi Vin..oohh..punya kamu enak..rintihku. ..punya kamu juga Renn..oucchh..want me to fuck you hardd..mmhh.. tidak perlu jawabanku, dengan di topang tangannya Vini membungkuk tambah mempercepat ayunannya. Buah dadanya yang indah berayunayun, kuremasremas dan yang lainnya kulumat dengan rakus. Ouchh..Rennoo..nikmatt..lumat semua Renn..auuhh.. jerit Vini sambil merendahkan tubuhnya memudahkan aku melumat buah dadanya membuat ayunan pinggulnya semakin tidak terkendali, tidak berapa lama kemudian tubuhnya kembali mengejang, Vini menekan dalamdalam kewanitaannya menelan seluruh batang kenikmatanku. Renn..aku keluarr lagi..AAKKHH.. teriak Vini, tubuhnya pun rubuh diatasku cairan kenikmatannya kurasakan membasahi kejantananku.
Vini rebah diatasku tubuhnya bagai tidak bertulang, hanya desah napasnya menerpa dadaku. Beberapa menit kemudian suaranya memecah kesunyian Punya kamu masih keras Ren..belum keluar?
Aku tidak ingin kenikmatan ini cepat berakhir bisikku sambil mengecup pipinya.
Mmmhh.. Vini bergumam Aku juga..bisiknya sambil mengigit mesra leherku lalu mengecup bibirku. Hanya beberapa saat, gigitan dan kecupan mesra itu kembali menjadi pagutan birahi.
Kamar itupun kembali dipenuhi suarasuara erangan dan desahan kenikmatan duniawi, kejantananku yang masih berada didalam kembali merasakan bagaimana nikmat yang diberikan oleh kewanitaannya. Aku bangun sambil mendorong tubuh Vini sehingga kami berada dalam posisi duduk, satu tanganku memeluk punggungnya, tangan lain meremasremas buah pantatnya yang bulat padat. Gerakangerakan pinggulnya membuat rongga kenikmatannya seakan melumat seluruh batang kejantananku, Agghh..sshh.. Reenn.. rintihannya membuat birahiku tambah memuncak. Kubalas gerakannya dengan menggoyanggoyangkan pinggulku sambil kuhisap putingnya dalamdalam.Reenn..achh..shh..fuck me..hardd..
Kurasakan gerakan tubuh Vini semakin menggila dan bukan cuma itu bibirnya semakin mengganas memagut bahkan menggigit bibir, telinga dan leherku. Akupun tidak sanggup lagi menahan kenikmatan yang diberikan oleh Vini, kurebahkan tubuhnya dan segera menindihnya, kakinya melingkar di pinggulku dan kamipun kembali mendaki puncak kenikmatan. Batang kejantananku tak hentihenti menikamnikam lubang kenikmatan Vini dengan keras, Ia tidak tinggal diam, diputarputar pinggulnya seirama tikamantikamanku Aghh..ngg..sshh..Vinn..nikmat sekali..putarr teruss Vinn..pintaku merintihrintih. Auugghh..Renn..tekan yang dalamm .. kami tenggelam dalam gelimang birahi yang memuncak..dan..Vini..akuu mau keluar..kurasakan kejantanku bertambah besar. Yess..yess..Im coming too honey.. kami berpelukan dengan kuatnya dan secara bersamaan mengejang. AAKKHH..punya kamu enak sekalii Vinn..pekikku, kutekan dalamdalam kejantananku dan cairan kenikmatanku pun menyembur keluar membasahi relungrelung kewanitaannya, Aauughh Renn..nikmatt..sshhekallii..AAKKGGHH.. Kamipun terkapar lemas.
Setelah malam panjang yang indah itu kami tak hentihentinya mengulangi lagi di harihari berikutnya, bukan hanya di tempat tidur, tapi semua sudut dikamar hotel itu bahkan kamar mandipun menjadi saksi bisu birahi kami. Bandung kembali memberi coretan khusus dalam hidupku membuat keterikatanku semakin besar yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup.

Anak Ibu Kost Bahenol Yang Nikmat

Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Temantemanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah.

Tempat kosku dan tempat kosnya hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling ciumciuman, gumulgumulan, dan remasremasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau voltaseku sudah amat tinggi, aku dapat muntah juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau berhubungan sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah merasakan memek perempuan.
Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugastugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kosnya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden.
lbu kostnya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manismanis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desasdesus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang playgirl. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda lakilaki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku.
lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.
Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas you can see dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.
Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah.. sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin tugas, sapa Ika dengan centilnya.
He.. masa? balasku.
Iya.. Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob, kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini benarbenar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak menolak nih, hehehe..
Ah, neng Ika macammacam saja.., tanggapanku sok menjaga wibawa. Kak Dai belum datang?
Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya kesempatan belajar?
Wah.. dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian.. Tapi yang keren lho, kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempetnyerempet hat yang berbahaya.
Neng Ika ini.. Nanti Kak Dainya ngamuk dong.
Kak Dai kan tidak akan tahu..
Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagianbagian tubuhnya.
Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. Mas Bobby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina
Aku mengambil bukuku yang sehariharinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam.
Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Toktoktok..
Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.
Mbak Di.. Mbak Dina.., terdengar suara Ika memanggilmanggil dan luar. Aku membuka pintu.
Mbak Dina sudah pulang? tanya Ika.
Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?
Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin peer.
Ng.. bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.
Beres deh mas Bob. Ika berjanji, kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan.
Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajamtajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke kirikanan, seolah menantang diriku untuk meremasremasnya. Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si boyku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak digenjot.
Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidaktidak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.
Toktoktok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.
Mas Bob.. Mas Bob.., terdengar Ika memanggil lirih.
Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan you can see yang dipakai sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat. Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.
Ini kalkulatornya, Mas Bob, kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.
Sudah selesai. Neng Ika? tanyaku basabasi.
Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?
0, boleh saja kalau sekiranya bisa.
Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.
Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya. Ika mencaricari halaman buku yang akan ditanyakannya.
Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyutdenyut.
Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh.. ranum dan segarnya.
Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur? tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.
Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika bermainmain kalkulator tadi, jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda.
Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi. Orangorang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? janganjangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan din?
Tibatiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.
Mas Bob.. ini benar nggak? tanya Ika.
Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tibatiba Ika lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya.. gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal. Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.
Ih.. Mas Bob nakal deh tangannya, katanya sambil merengut manja. Dia purapura menjauh.
Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodoknyodok lenganku, jawabku.
lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpurapura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani? Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malammalam sendirian. Dia menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyiasiakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku menyiasiakan berarti aku band!
Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku purapura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benarbenar mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulubulu rambut yang halus.
Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang menempel punggungnya.
Ih.. Mas Bob jangan begitu dong.., kata Ika manja.
Sudah.. udahudah.. Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika, jawabku.
lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulumkulum dan dilumatlumat. Ika berpurapura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. Tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumatlumat, sementara kulit punggungnya kuremasremas. Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kulumankuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.
Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedotsedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadangkadang dan batik kain licin baju atasannya, putingnya kutekantekan dan kupelintirpelintir dengan jarijari tanganku. Puting itu terasa mengeras.
Mas Bob, Mas Bob buka baju saja Mas Bob.., rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jarijari tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tali baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya. Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink kecoklatcoklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.
Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya. Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.
lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.
Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap poripori kulit lehernya.
Ahhh.. Mas Bob.. Ika sudah menginginkannya dan kemarin.. Gelutilah tubuh Ika.. puasin Ika ya Mas Bob.., bisik Ika terpatahpatah.
Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan poriporinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuatkuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku kugesekgesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara. Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuatkuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesarbesarnya. Ika menggelinjang.
Mas Bob.. ngilu.. ngilu.., rintih Ika.
Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu kuatkuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara kirinya. Ika semakin menggelinjanggelinjang seperti ikan belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesahdesah.
Aduh mas Booob.. ssshh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. ssshhh.. geli.. geli.., cuma katakata itu yang berulangulang keluar dan mulutnya yang merangsang.
Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara kiri. sementara tanganku meremasremas payudara kanannya kuatkuat. Kalau payudara kirinya kusedot kuatkuat. tanganku memijitmijit dan memelintirpelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekannekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesarbesarnya payudara kanannya dengan sekuatkuatnya.
Mas Booob.. kamu nakal ssshhh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. geli.. Ika tidak hentihentinya menggelinjang dan mendesah manja.
Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremasremas pantatnya yang melebar dan menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahanlahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.
Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengeluselus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jarijari tanganku di tepi kirikanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengeluselus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremasremas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.
Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahanlahan dengan jilatanjilatan pendek dan terputusputus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.
Au Mas Bob.. shhhhh.. betul.. betul di situ mas Bob.. di situ.. enak mas.. shhhh.., Ika mendesahdesah sambil matanya meremmelek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atasbawah mengimbangi gerakan meremmeleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.
Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatanjilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya.
Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuatkuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.
Mas Booob.. enak sekali mas Bob.., Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatanjilatan lidah serta tusukantusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena Gspotnya. Dan berhasil!
Auwww.. mas Bob..! jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampaisampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulubulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke selsel syaraf penciumanku.
Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisapisap perlahan, Ika semakin keras merintihrintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kirikanan dengan sangat merangsangnya.
Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob.., hanya katakata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan yang semakin menjadijadi.
Permainan jarijariku dan lidahku di memeknya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerangerang dan menggeliatgeliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.
Mas Bob.. Ika sudah tidak tahan lagi.. Masukin konthol saja mas Bob.. Ohhh.. sekarang juga mas Bob..! Sshhh. . . , erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.
Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan memeknya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam memeknya semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke atasbawah, sampai terasa ujung jariku menghentakhentak dinding atasnya secara perlahanlahan. Sementara ibu jariku mengusapusap dan menghentakhentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrkcrrrkcrrrkcrrk crrrk.. Sementara dan mulut Ika keluar pekikanpekikan kecil yang terputusputus:
Ahahahahah..
Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jarijariku di memeknya, sambil memandangi wajahnya. Mata Ika meremmelek, sementara keningnya berkerutkerut.
Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di memeknya semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritanjeritan yang membangkitkan nafsu. Payudaranya tampak semakin kencang dan licin, sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya.
Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggitinggi. Matanya membeliakbeliak. Dan bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat, Mas Booo00oob..! Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit oleh dindingnya dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya, dan selasela celah antara tanganku dengan bibir memeknya terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.
Beberapa detik kemudian Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas tissue.
Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring diam di hadapanku itu benarbenar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh Ika, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku mengulumkulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremasremas payudara dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan mengimbangi serangan bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjanggelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di payudaranya.
Setelah puas melumatlumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremasremas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuatkuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.
Kugesekgesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedotsedot puting payudara kiri Ika. Kumainkan puting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit payudara di sekitar puting yang berwarna coklat.
Ah.. ah.. mas Bob.. geli.. geli .., mulut indah Ika mendesisdesis sambil menggeliatkan tubuh ke kirikanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa.
Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremasremas payudara kanan Ika yang montok dan kenyal itu. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanantekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.
Mas Bob.. hhh.. geli.. geli.. enak.. enak.. ngilu.. ngilu..
Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit payudara kadang kusedot besarnyabesarnya dengan tenaga isap sekuatkuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesarbesarnya dengan remasan sekuatkuatnya, kadang hanya kupijitpijit dan kupelintirpelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.
Ah.. mas Bob.. terus mas Bob.. terus.. hzzz.. ngilu.. ngilu.. Ika mendesisdesis keenakan. Hasratnya tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang terbeliakbeliak. Geliatan tubuhnya ke kanankini semakin sening fnekuensinya.
Sampai akhirnya Ika tidak kuat mehayani senangansenangan keduaku. Dia dengan gerakan eepat memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas eelana dalamku. Janjari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian menangkap kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.
Edan.. mas Bob, edan.. Kontholmu besar sekali.. Konthol pacarpacarku dahulu dan juga konthol kak Dai tidak sampai sebesar ini Edan.. edan.., ucapnya terkagumkagum. Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya, janjari lentik tangan kanannya meremasremas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan dan kenikmatan di hatinya menahan kejantananku. Remasannya itu memperhebat vothase dan rasa nikmat pada batang kontholku.
Mas Bob, kita main di atas kasur saja.., ajak Ika dengan sinar mata yang sudah dikuasai nafsu birahi.
Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat tidun pacarku. Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6 centimeter dari lantai. Ketika kubopong. Ika tidak mau melepaskan tangannya dari leherku. Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur, tangannya menarik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kupeluk punggungnya yang halus mulus kuremasremas dengan gemasnya.
Kemudian aku menindih tubuh Ika. Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus dan perut bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku yang tegang dan keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir sensual Ika. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika yang bagus. Kukecup leher jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai. Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan menggesekgesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai dipliritplirit. Kepala kontholku merasa geligeli enak oleh gesekangesekan paha Ika.
Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Ika. Dengan gemas dan ganasnya aku membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku meraup kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku. Keharuman payudaranya kuhirup sepuaspuasku. Belum puas dengan menyungsep ke belahan dadanya, wajahku kini menggesekgesek memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekantekan oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup dalamdalam daging payudara yang besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Ika. Daerah payudara yang kecoklatcoklatan beserta putingnya yang pink kecoklatcoklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulumkulum dan kumainkan dengan lidahku.
Mas Bob.. geli.. geli .., kata Ika kegelian.
Aku tidak perduli. Aku terus mengulumkulum puncak bukit payudara Ika. Putingnya terasa di lidahku menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu sebesarbesarnya. Apa yang masuk dalam mulutku kusedot sekuatkuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuatkuatnya dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan Ika. Sementara kontholku semakin menekan dan menggesekgesek dengan beriramanya di kulit pahanya. Ika semakin menggelinjanggelinjang dengan hebatnya.
Mas Bob.. mas Bob.. ngilu.. ngilu.. hihhh.. nakal sekali tangan dan mulutmu.. Auw! Sssh.. ngilu.. ngilu.., rintih Ika. Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku semakin berkobarkobar. Semakin ganas aku mengisapisap dan meremasremas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyutdenyut keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Ika.
Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputarputarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Ika. Bulubulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi enak.
Mas Bob.. masukkan seluruhnya mas Bob.. masukkan seluruhnya.. Mas Bob belum pernah merasakan memek Mbak Dina kan? Mbak Dina orang kuno.. tidak mau merasakan konthol sebelum nikah. Padahal itu surga dunia.. bagai terhempas langit ke langit ketujuh. mas Bob..
Jarijari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar.
Edan.. edan.. kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob.., katanya sambil mengarahkan kepala kontholku ke lobang memeknya.
Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah. Kemudian dengan perlahanlahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang memek. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam memek. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya.
Aku menghentikan gerak masuk kontholku.
Mas Bob.. teruskan masuk, Bob.. Sssh.. enak.. jangan berhenti sampai situ saja.., Ika protes atas tindakanku. Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang memeknya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Ika menggelinjanggelinjang dengan tidak karuan.
Sssh.. sssh.. enak.. enak.. geli.. geli, mas Bob. Geli.. Terus masuk, mas Bob..
Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuatkuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada pinggulku. Dan.. satu.. dua.. tiga! Kontholku kutusukkan sedalamdalamnya ke dalam memek Ika dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan diplirit oleh bibir dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt!
Auwww! pekik Ika.
Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam memek Ika tanpa bergerak sedikit pun.
Sakit mas Bob.. Nakal sekali kamu.. nakal sekali kamu kata Ika sambil tangannya meremas punggungku dengan kerasnya.
Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluarmasuk memek Ika. Aku tidak tahu, apakah kontholku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk memeknya serasa dipijitpijit dinding lobang memeknya dengan agak kuatnya. Pijitan dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku.
Bagaimana Ika, sakit? tanyaku
Sssh.. enak sekali.. enak sekali.. Barangmu besar dan panjang sekali.. sampaisampai menyumpal penuh seluruh penjuru lobang memekku.., jawab Ika.
Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahanlahan. Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku ikut terpilinpilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua putingnya yang sudah mengeras seakanakan mengkilikkilik dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa mengalir ke dadaku. Kontholku serasa diremasremas dengan berirama oleh otototot memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging hangat di dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geligeli nikmat.
Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Ika kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok memeknya perlahan dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan majumundur perlahannya di memek Ika.
Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di memeknya, tanganku meremasremas payudara montok Ika. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuatkuat secara berirama. Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintirpelintir secara perlahan. Puting itu semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Ika pun merintihrintih keenakan. Matanya meremmelek, dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah.
Ah.. mas Bob, geli.. geli.. Tobat.. tobat.. Ngilu mas Bob, ngilu.. Sssh.. sssh.. terus mas Bob, terus.. Edan.. edan.. kontholmu membuat memekku merasa enak sekali. Nanti jangan disemprotkan di luar memek, mas Bob. Nyemprot di dalam saja.. aku sedang tidak subur.
Aku mulai mempercepat gerakan masukkeluar kontholku di memek Ika.
Ahahah.. benar, mas Bob. benar.. yang cepat.. Terus mas Bob, terus..
Aku bagaikan diberi spirit oleh rintihanrintihan Ika. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluarmasuk kontholku di memek Ika. Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremasremas dengan cepatnya oleh dagingdaging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi meremmelek dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun meremmelek dan mendesisdesis karena merasa keenakan yang luar biasa.
Sssh.. sssh.. Ika.. enak sekali.. enak sekali memekmu.. enak sekali memekmu..
Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali.. terusss.. terus mas Bob, terusss..
Aku meningkatkan lagi kecepatan keluarmasuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai diremasremas dengan tidak karukaruan.
Mas Bob.. mas Bob.. edan mas Bob, edan.. sssh.. sssh.. Terus.. terus.. Saya hampir keluar nih mas Bob.. sedikit lagi.. kita keluar samasama ya Booob.., Ika jadi mengoceh tanpa kendali.
Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Bobby. Sementara kontholku merasakan dagingdaging hangat di dalam memek Ika bagaikan berdenyut dengan hebatnya.
Mas Bob.. mas Bobby.. mas Bobby.., rintih Ika. Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah.
Ibarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan dengan pembalap aku lebih beruntung. Di dalam mengayuh sepeda aku merasakan keenakan yang luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan rintihanrintihan keenakan yang tiada terkira.
Mas Bob.. ahahahahah.. Enak mas Bob, enak.. Ahahahahah.. Mau keluar mas Bob.. mau keluar.. ahahahahah.. sekarang kekeke..
Tibatiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Ika dengan sangat kuatnya. Di dalam memek, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Ika dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Ika meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:
..keluarrr..!
Mata Ika membeliakbeliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang. Aku pun menghentikan genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek Ika. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan memek Ika. Kulihat mata Ika kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya.
Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahanlahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku berangsurangsur melemah. walaupun kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang Ika dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam memeknya tidak tercabut.
Mas Bob.. kamu luar biasa.. kamu membawaku ke langit ke tujuh, kata Ika dengan mimik wajah penuh kepuasan. Kak Dai dan pacarpacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di sini, Ika suka membenarkan mas Bob saat berhubungan dengan Kak Dai.
Aku senang mendengar pengakuan Ika itu. berarti selama aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku selalu membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku, sementara dia juga membayangkan kugeluti dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadikan istri dan ibu anakanakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan digenjot dengan penuh nafsu.
Mas Bob kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan.. kamu perkasa.. dan kamu berhasil membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya..
Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi genjotanku. Perempuan Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini baru setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya. Kontholku masih tegang di dalam memeknya. Kontholku masih besar dan keras, yang harus menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing.
Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika, yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluarmasuk lagi di memek Ika, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Ika secara berargsurangsur terasa mulai meremasremas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika beberapa saat yang lalu.
Ahhh.. mas Bob.. kau langsung memulainya lagi.. Sekarang giliranmu.. semprotkan air manimu ke dindingdinding memekku.. Sssh.., Ika mulai mendesisdesis lagi.
Bibirku mulai memagut bibir merekah Ika yang amat sensual itu dan melumatlumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremasremas payudara montok Ika serta memijitmijit putingnya, sesuai dengan mama gerak majumundur kontholku di memeknya.
Sssh.. sssh.. sssh.. enak mas Bob, enak.. Terus.. teruss.. terusss.., desis bibir Ika di saat berhasil melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api birahiku.
Sambil kembali melumat bibir Ika dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di memeknya. Pengaruh adanya cairan di dalam memek Ika, keluarmasuknya konthol pun diiringi oleh suara, srrtsrret srrrtsrrret srrtsrret.. Mulut Ika di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak hentihentinya mengeluarkan rintih kenikmatan,
Mas Bob.. ah.. mas Bob.. ah.. mas Bob.. hhb.. mas Bob.. ahh..
Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Ika menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Ika pun memeluk punggungku dan mengusapusapnya.
Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluarmasuknya kontholku ke dalam memek Ika sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keraskeras agar menusuk memek Ika sedalamdalamnya. Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuatkuat oleh dinding memek Ika. Sampai di langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan tertahan, Ak..! Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan dinding memek pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Ika mendesah, Hhh..
Aku terus menggenjot memek Ika dengan gerakan cepat dan menghentakhentak. Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Ika meremas punggungku kuatkuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauhjauhnya ke lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika menimbulkan bunyi srotttsrrrt.. srotttsrrrt.. srotttsrrrtt.. Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikanpekikan kecil yang merdu yang keluar dari bibir Ika:
Ak! Uhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh..
Kontholku terasa empotempotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak kuasa menahan pekikanpekikan kecil:
Ika.. Ika.. edan.. edan.. Enak sekali Ika.. Memekmu enak sekali.. Memekmu hangat sekali.. edan.. jepitan memekmu enak sekali..
Mas Bob.. mas Bob.. terus mas Bob.. rintih Ika, Enak mas Bob.. enaaak.. Ak! Ak! Ak! Hhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh..
Tibatiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.
Ika.. aku.. aku.. Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbatabata itu.
Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob! Akakak.. Aku mau keluar lagi.. Akakak.. aku kekeke..
Tibatiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tibatiba dinding memek Ika mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.
Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Ika, bersamaan dengan pekikan Ika, ..keluarrrr..! Tubuh Ika mengejang dengan mata membeliakbeliak.
Ika..! aku melenguh keraskeras sambil merengkuh tubuh Ika sekuatkuatnya, seolah aku sedang berusaha rnenemukkan tulangtulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku kubenamkan kuatkuat di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi. Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Ika yang terdalam. Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan memek Ika terasa berdenyutdenyut.
Beberapa saat lamanya aku dan Ika terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampaisampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku. Aku menghabiskan sisasisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih tersisa ke dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.
Perlahanlahan tubuh Ika dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher mulus Ika dengan lembutnya, sementara tangan Ika mengusapusap punggungku dan mengeluselus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil bermain seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habishabisan pada pengalaman pertama ini oleh orang semolek Ika.
Mas Bob.. terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. Indah sekali.. sungguh.. enak sekali, kata Ika lirih.
Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra. Dalam keadaan tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku. Dia meletakkan kepalanya di atas dadaku yang bidang, sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketika jam dinding menunjukkan pukul 22:00, aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kostku sendiri.
Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Ika dan melumatlumat bibirnya beberapa saat.
Mas Bob.. kapankapan kita mengulangi lagi ya mas Bob.. Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Ika akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina. Ika puas sekali bercumbu dengan mas Bob, begitu kata Ika. Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kostku.