Cerita Sex

NaomiStory – Rama & Shinta – Epilog

Secercah cahaya, yang memberikan sedikit harapan, akan indahnya masa depan, sempat hilang, kini memancar lagi. Menjadi terang, menyinari hati yg telah lama padam merindukan cahaya. Ketika tangis bahagia saling menyambut, ketika tatapan mata penuh romansa menyatu seiring dengan kata-kata yang terucap pertanda ikatan suci tlah menyatukan mereka berdua. Akhir penantian panjang yang penuh liku, kini, Rama & Shinta, adalah satu. Tangis bahagia dari mereka yg terikat secara batin, orang tua, saudara dan para sahabat sejati.

Ningsih begitu ayu mengenakan kebaya berwarna merah maroon menyambut para tamu yang hadir, Yanti dan Lilis berdiri di samping prasmanan sambil membantu para tamu yang ingin mengambil makanan, Joseph yg saat itu mengenakan jas berwarna hitam, kacamata hitam dan juga sepatu berwarna hitam tampak dgn gagah mengatur acara, terkadang dia membantu MC, terkadang juga membantu menjadi fotografer dadakan. Tampak senyum bahagia yg begitu ikhlas terkembang dari bibirnya, sementara itu Hendro benar2 berkeringat, namun tak lelah ketika dia harus membantu mengangkat berbagai perlengkapan, seperti buah segar yg telah habis, makanan yg tersisa sedikit, hingga mengangkat kursi untuk para tamu yg membludak. Tak perlu ikatan darah untuk menjadikan mereka sebuah keluarga.

Jessica Veranda tampak begitu ayu ketika naik ke atas pelaminan untuk bersalaman dgn Rama dan Naomi beserta orang tua mereka. Dia ditemani oleh Jeje dan juga Haruka. Sementara itu Melody masih berbaur dgn ex member JKT48 lainnya.

Acara pernikahan yg sungguh meriah, sebuah pesta yg begitu diidamkan oleh banyak orang. Semua bergoyang ketika Sendy Ariani menyanyikan lagu Wulan Merindu milik Cici Paramida. Sorot mata para tamu tertuju pada Shania, Beby dan Dena yg goyangannya tampak begitu lihai. Teriakan kecil pecah ketika secara tiba2 seorang lelaki tinggi berjoget di tengah2 mereka, goyangan dangdut yg sungguh gemulai, disertai tepuk tangan dan tawa dari para tamu dan member JKT48 lainnya, goyangan seorang lelaki namun lebih feminim dari seorang wanita, dan ternyata, dia adalah Jono, yg hadir bersama anak dan istrinya.

Kinal tampak begitu sibuk, berlari kesana kemari, mengawasi jalannya acara sakral, formal namun sangat menghibur ini. Ya, dia bersama Bram menjadi Wedding Organizer pada pernikahan sahabatnya. Otong dan Bagas bersama dgn beberapa Wota lainnya duduk rapi di barisan belakang, menjadi seorang imba karena menjadi saksi pernikahan ex member JKT48.

Sinka masih sibuk memperbaiki makeupnya yg sempat luntur, karena tangisan bahagia melihat seorang kakak yg telah menemukan cinta sejatinya, yg sedang duduk di atas indahnya pelaminan yg selalu diimpikannya. Sementara itu Stefan berusaha menggenggam erat tangan Sinka, penuh cinta, begitu iri, dan merasa bangga menjadi bagian dari kebahagiaan saat itu. Tiba2 terucap kata “I Love you”, sebuah kata singkat berjuta makna dari mulut Stefan di telinga Sinka. Tiba2 Joseph mengambil mic, “Hei Rama, nyanyi dulu sini buat istri kau”, kata Joseph diiringi dgn tepuk tangan dari para tamu.

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Dan tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Duet yang sangat merdu dari Rama dan Joseph. Lagu yg bermakna sangat dalam menggambarkan tentang cinta. Air mata Joseph menitik saat di akhir lagu, pelukan erat dari seorang sahabat. Seketika Jono, Ningsih, Hendro, Yanti dan Lilis berjalan mendekati mereka berdua, ikut memeluk mereka, tangisan pun pecah. Tangis bahagia dari para sahabat.

Susah senang mereka selalu bersama, menghadapi berbagai macam masalah hidup bersama, tanpa peduli tentang latar belakang, tanpa peduli profesi, inilah makna sahabat sejati yg sesungguhnya. Para tamu tertegun melihat mereka, sebuah pelukan erat yg penuh haru, tepuk tangan menyertai mereka. Hingga akhirnya pelukan terlepas dan Rama kembali ke atas pelaminan. Senyum Joseph terkembang dan memberi kedipan pada Rama dan Naomi.

Beberapa Tahun Kemudian

Brummmm … Sebuah mobil Mini Cooper parkir di depan sebuah kost. Rama turun dari mobilnya kemudian masuk ke dalam kost itu, Kreeeeeekkk, suara pintu gerbang, masih tetap sama sejak dulu. Sepasang mata dari penghuni kost yg tampak asing tertuju padanya, berjalan lalu keluar, sempat tersenyum sedikit. Mata rama tertuju pada bekas kamarnya dulu, kemudian melihat kamar Ningsih, sahabatnya dulu yg kini membuka toko di kampungnya. Kemudian dia melihat ke sebuah kayu penyangga atap kost, kemudian tersenyum singkat, mengingat sebuah kebodohan yg sempat singgah di pikirannya saat itu.

Dan kemudian, matanya berkaca2 saat melihat kamar Joseph, seorang preman dari Timur, bersuara merdu kalau menyanyi, begitu ditakuti, namun begitu perhatian dan begitu dekat dgn Rama. Tak terasa senyuman dan kedipan Joseph saat pesta pernikahan Rama beberapa tahun lalu adalah sebuah senyuman terakhir darinya sebelum dia menghilang dari kehidupan Rama untuk selama2nya. Joseph telah tiada, ketika sebuah timah panas menembus dadanya saat pertikaian beberapa tahun lalu.

Hmmmmm, helaan nafas panjang dari Rama, berusaha menghapus kenangan indah dirinya dan Joseph. “Papiiiii”, teriakan keras dari Arjuna yg berada di gendongan Naomi menyadarkan Rama seketika. “Sayang, nih dia pingin digendong papinya”, kata Naomi, “Yuk sayang, Yona ama Lidya udah di Fx”, kata Naomi kembali. Akhirnya mereka bertiga kembali ke mobil.

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Waktupun berlalu dan sosoknya
terlihat begitu indah, Yes!
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang barusemua telah datang

Kau bergegas di jalan pulang seorang diri
Kenapa tidak hargai dirimu sendiri sedikit lagi Yuk!
Mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri

Yuuhi wo miteiru ka – JKT48 mereka nyanyikan bersama dgn penuh tawa bahagia. Arjuna sesekali tertawa melihat tingkah kedua orang tuanya. Rama memacu mobilnya dgn kecepatan yg sedang, menyusuri jalanan Ibu Kota menuju Fx Sudirman, sebuah mall bersejarah. Banyak kenangan indah di sana. Desiran udara sejuk dari AC mobil begitu menyegarkan hingga akhirnya mereka tiba di Mall Fx. Rama membelokkan mobilnya masuk ke dalam Mall melalui Lobby, lalu parkir menggunakan Vallet Service.

Naomi sedikit terdiam, terkenang sebuah Lobby yg dipenuhi banyak orang. Banyak fans yg menunggunya, ingin menyapa namun tak berani, bayangan itu muncul, membuat mata Naomi sedikit berkaca2. Arjuna yg sedang dalam dekapan Rama hanya tiduran di bahunya. Mereka pun berjalan masuk, menaiki lift, kemudian menekan tombol F4, sebuah lantai bersejarah bagi Naomi.

Ting, lift berhenti di F2, pintu terbuka, “Haiiiii”, teriakan kecil dari Yona dan Lidya bersama pasangannya masing2. Rama bersalaman dgn mereka sementara itu Naomi, Yona dan Lidya saling berpelukan, dan lift kembali naik. Ting, lift telah sampai di F4. Pintu terbuka, mereka berjalan keluar dari lift, menoleh ke arah kanan secara serempak dan melihat sebuah pintu berwarna merah yg telah usang. Aura sedih dan penuh haru sudah terasa saat tatapan ketika mantan member JKT48 ini begitu fokus dan tertuju pada pintu merah itu.

Terlihat seorang anak kecil sedang berlari dan hampir saja terjatuh, Yona dgn sigap menangkapnya, “Ehhh, anak siapa nih, ganteng bgt”, kata Yona dan tiba2 Viny menoleh dan akhirnya mereka bertemu kembali. Ex member generasi 2 JKT48, yang pernah menjadi saksi bangkitnya JKT48, menuju puncak, perlahan turun, hingga akhirnya harus bubar. Ya, JKT48 telah menyelesaikan tugasnya sebagai idol grup tanah air. Walaupun demikian, JKT48 masih tetap dan akan terus tersimpan di hati para fans yang menangis sedih ketika Manajemen mengumumkan bahwa JKT48 harus dibubarkan.

Paripurnanya sebuah tugas para member menjadi idola para remaja di masanya. Dan kini mereka semua telah kembali ke kehidupan mereka masing-masing. Ada yang menjadi karyawan, ada yang menjadi pengusaha, ada yang kembali menjadi gadis biasa. Namun yang tak berubah adalah, mereka semua pernah singgah di hati banyak orang dan menjadi idola.

Sebuah theater yang telah usang. Naomi melihat barisan para fans yg mengantri menunggu pengumuman bingo. Tawa dan canda dari mereka yg telah berjuang mendukung idola mereka, dari bukan siapa2 menjadi seseorang yg begitu dikenal. Langkah yg begitu tegap dari Naomi ketika dia dan teman2nya berjalan masuk ke dalam ruangan theater melalui sebuah lorong yg dulunya dihiasi berbagai foto para member. Bayangan para Babeh yg dgn setia bekerja untuk JKT48 masih berdiri tegak di lorong itu, hingga akhirnya mereka semua berada di dalam sebuah ruangan yg dulunya dipenuhi para fans.

Sayup sayup suara chant dari para fans masih terngiang di telinga mereka. Auranya tetap sama, walaupun kini hanya merupakan ruangan kosong tak terawat. Row hijau dan Row biru, FOH, Standing spot dan kursi VIP. Naomi melihat satu persatu tempat itu yg kini telah tiada.

Ada pertemuan, ada perpisahan, sebuah alur dalam kehidupan yang tidak bisa dihindari. Theater yg membesarkan nama mereka, yg mempertemukan mereka dgn para fans, rumah kedua bagi mereka, tempat mereka berkeluh kesah, kini menjadi sebuah ruangan kosong tak terawat dan begitu pengap. Tampak air mata menetes di pipi Yona dan Lidya. Mengingat kembali masa jaya mereka. Namun hidup terus berlanjut, kebahagiaan mereka telah sirna, diganti dgn kebahagiaan yg baru. Sebuah kebahagiaan yang hakiki bersama pasangan hidup. Kriiiing, sebuah telpon masuk ke HP Naomi, “Eh dimana nih? Aku udah di Lobby”, kata Kinal.

Related Post