Cerita sex

Perselingkuhan jadi pacar simpanan atasan ku

Cerita sex – Pagi itu Ratna berdandan lebih lama dari biasanya, Ratna, itu namaku, di usiaku yg 31 ini aku sdh lama tdk keluar dan bekerja di dunia selain di rumah tangga. Beberapa tahun aku hanya mengurus anak dirumah, sehingga terkucilkan dari dunia luar. Kini anakku sdh cukup besar, sehingga bisa kutitipkan ke orang tuaku.

Hari ini penampilanku harus jauh lebih baik dari biasanya..kukenakan sepatu hak tinggi yg lama di lemari. Rambut ku ikat keatas dgn rapi. Kukenakan tank top putih , kusemprotkan sedikit minyak wangi kesukaanku, lalu kudobel dgn blazer. Kugunakan lipstik berwarna pink muda secukupnya, hanya utk membuat bibirku tampak basah.

“hmmmm … masih lumayan jg” ..sambil memegang perutku yg masih rata lalu tanganku menulusuri ke pinggangku.

Kemudian aku berputar melihat pantatku di balut ketat oleh CD g-string warna merah muda. Sengaja kukenakan G-string agar garis CD tdk nampak di rok-ku.

Baca Juga: Ngentot Hubungan Terlarang Dengan Atasanku

Lalu kemudian aku mencoba menggunakan stocking agar tampak profesional sebelum akhirnya kupakai rok ukuran sepaha warna hitam. ”hari pertama diterima kerja di perusahaan besar, aku tdk boleh gagal ! ”Maka berangkatlah aku naik taxi ke pusat kota.

Suami ku hanyalah karyawan kecil dgn gaji kecil, selama ini ekonomi keluarga cukup sulit. Dan aku punya ambisi utk mencari uang sendiri, perdebatan panjang dgn suami mengenai bagaimana istri bekerja dgn penghasilan lebih besar sdh terjadi berkali kali, sampai akhirnya aku diijinkan.

Banyak janji terucap agar dirinya diijinkan bekerja. Seperti “Nanti gajiku akan bisa menopang uang makan sehari-hari, dan gajimu buat ditabung membeli mobil atau rumah” “Nanti aku tdk akan lagi minta uang saku dari kamu” dll dll dll.

Karena itu aku tdk boleh gagal sedikitpun, apalagi setelah diterima kerja dgn gaji 3 kali lipat gaji suamiku. Sesampai di kantor, aku sdh kebingungan.. aduh aku harus menemui siapa ya.katanya aku akan ditraining hari ini. ‘haduuh aku terlambat setengah jam lagi… gara-gara demo demo itu sih’.

“Permisi mbak , sy staf marketing baru, hari ini sy akan di training.. dgn pak… siapa ya..sy lupa”
“Nama siapa?” tanya front desk officer dgn ketus…
“Nama sy Ratna”
“Oooo Ratna… tadi sdh ditunggu sama trainernya setengah jam lalu, tp karena lama nggak muncul di tinggal keluar dulu, hari pertama ya?”

“Iya betul mbak”
“Hari pertama koq udah telat sih..”
“Iya tadi jalanan macet mbak..”
“Yaah…selamat deeeh..”
“Gimana mbak..maksudnya gimana ?”
“Yaa… gini… dulu pernah jg ada yg telat di hari pertama masa percobaan, langsung dihentikan”

Deg ! Jantungku serasa berhenti sejenak.

“Aduuh masak gitu sih mbak”
“Ditunggu aja nanti trainernya kembali ya, dia yg menentukan, bukan sy”

Sembari duduk menunggu hampir 2 jam lamanya. Aku terus memutar otak akan apa yg terjadi, membayangkan seribu skenario yg mungkin akan terjadi. Tp satu hal yg paling ia takuti yaitu kalau dia dipecat.

Akhirnya muncul seorang bapak di depan kantor, penampilannya cukup macho dgn celana panjang dan T-shirt hitam membuat lengannya dan lekuk otot lengannya keliatan. Dan staf front desk itu menyapanya

“siang pak, ini tadi staf baru yg bapak tunggu setengah jam”
‘sial bener ini staf front desk, pakai bilang tunggu segala’

Segera aku berdiri dan bersalaman.

“siang” jawab bapak itu singkat.
“mari ikut sy”

Segera ku ambil tasku dan berjalan mengikutinya melalui staf-staf lain turun lift kemudian melewati lorong lorong sepi sampai di sebuah ruangan cukup besar. Ditengahnya ada meja panjang dikelilingi kursi, dan disekeliling ruangan banyak alat kesehatan yg dipajang berputar mengelilingi ruangan.

“Duduk” perintah bapak itu. Segera aku duduk. Dia menatapku..dan aku terdiam memandang balik tatapan tajamnya.

“Kamu tdk minta maaf ?! kamu membuat sy membuang waktu, waktu itu sangat berharga, apakah kamu menghargai waktu?”
“ehh..iya..pak..sy minta maaf..tadi sy terlambat karena jalannya macet ada demo”
“Tdk perlu menyebutkan alasan! minta maaf secara tulus tdk perlu alasan”
“ehh..iya pak maaf..” dgn suara mulai gemetar.

“Kamu ingin kerja disini kan? seberapa jauh kamu ingin mempertahankan pekerjaanmu disini? kamu tau, sy sempat berpikir kamu punya potensi, bahkan bisa sy promosikan jadi supervisor dgn gaji 2x lipat sekarang, tp kalau gini… ”

“Sy sangat ingin kerja disini pak, sungguh mati sy niat kerja pak, tolong kasih sy kesempatan pak, sy tdk bisa pulang kalau sy gagal pak.. sy sungguh akan malu” mata ku berkaca-kaca.
“Oke, sy kasih kamu kesempatan, tp jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu tau nama sy siapa? jabatan sy apa?” sambil tetap berdiri memandang tajam ke arah ku.

“Ehh.. pak Eko..”
“NGAWUURR! nama sy pak Charles Aurelio, jabatan sy direktur Marketing, masak kamu lupa nama atasan kamu, kan dulu sdh dikenalkan HRD, wah repot.. nama customer bisa bisa kamu lupakan nanti”
“tdk pak…sy akan ingat ingat baik baik” Pak Charles hanya memandang terdiam..

Tiba – tiba

“Sy tdk bisa memberi kamu kesempatan lagi, sebaiknya kamu keluar aja”
“Paak.. tolong pak…jangan pak…sy harus bekerja disini pak. Sy yakin sy pasti bisa asal dikasih kesempatan”
“Kesempatan sdh sy berikan” Kata pak Charles.

“Tolong pak sy bersedia melakukan apapun asal jangan dikeluarkan pak”
“Kamu yakin ? karena bekerja disini memang membutuhkan tuntutan yg tinggi, di imbangi dgn gaji yg tinggi”
“iya pak, sy mohon pak, disuruh apa aja sy siap”
“Oke kalau gitu, coba kamu jelaskan dan peragakan cara penggunaan semua produk disini”.

Segera aku berdiri dan mendekati alat peraga yg ada nomor 1, sebuah baju operasi. Pak Charles  memandang tubuh ku dari ujung kaki sampai kepala..’mmm sexy…’

“Ini adalah baju operasi yg digunakan ketika pasien akan di operasi”
“Dan ini adalah alat radiologi sejenis rontgen” lanjut ku.
“Sebentar… Ratna, kamu lepas blazermu, sy alergi bahan kain seperti blazermu itu bikin hidung sy gatel”
“Oh..maaf pak” segera aku melepaskan blazerku dan kusimpan dlm tas.

Hanya menggunakan tanktop dan rok sepaha membuat ku tampak makin sexy..kulitnya yg putih makin terlihat, bahu dan lengannya tampak menggiurkan, dlm hati pak Charles mengaggumi ibu 1 anak ini.

“Ya lanjutkan!”
“Baik… ini adalah tiang utk menggantungkan alat infus..ujung atas ini utk mengkaitkan botol infusnya”.

Sambil menunjuk ke atas, tampak lekuk badan ku memang sexy, ketiaknya putih bersih, dan dadanya membusung ketika Manda menggapai ke atas.

“Sedangkan ini, adalah kursi utk wanita melahirkan, posisi kaki diletakan di atas sini dan wanita yg akan melahirkan”

“Kalau ini , ini adalah temperatur utk mengukur suhu badan, paling akurat bila digunakan di rectal atau di anus”
“ini utk memeriksa pap smear..atau memeriksa liang meqi”

“STOP !! Sy minta kamu memeragakannya, tdk hanya menunjuk nunjuk dan ngecipris, kamu harus tunjukkan cara penggunaannya agar customer jelas saat kamu presentasi,
“Sekarang ulangi dari awal” perintah pak Charles…

Darahnya berdesir melihat body ku yg mulus dan sexy…pahanya..dadanya..lekuk lengannya..lehernya …ketiaknya…semua menggiurkan.

“Kamu coba peragakan baju operasi itu”
“Begini pak ?” sambil memasukkan satu tangannya ke lubang baju hijau itu..
“MANA BISA KAYAK GITU !” pak Charles segera berdiri dan menghampiri. Tangannya memegang bahu ku.. meraba kulitku yg mulus dan empuk..

”LIHAT INI..BAGIAN DLM BAJU INI DIRANCANG KHUSUS ! utk langsung menempel kulit sehingga tdk akan jatuh atau tertiup walaupun tanpa diikat, jadi kamu harus lepas bajumu. itu ada tempat ganti” sambil menunjuk pojok ruang yg di tutupi selambu.

Aku berjalan kesana sambil berpikir…’aku harus berhasil, aku harus berhasil’tanpa pikir panjang dibalik kelambu itu kulepas tanktopku..kemudian aku berpikir lagi ‘Apa BH ku jg harus aku lepas?…

kalau harus menempel kulit berarti harus dilepas, karena bagian punggungnya terbuka sama sekali. Maka kulepas saja BH itu.

Sementara diluar selambu, pak Charles sedang melihat pemandangan luar biasa.lampu terang dibalik selambu itu malah membuat isi dlm selambu terlihat cukup jelas dari luar.. dari dlm malah tdk bisa melihat keluar.

‘Wow…susunya terlihat remang-remang dibalik selambu…mmmm putingnya samar samar keliatan … susunya kenceng jg keliatannya’ guman pak Charles.

Aku keluar dari balik selambu menggunakan baju operasi hijau menempel bagian atas tubuhnya… unsur dingin seperti air pada baju yg menempel kulitnya membuat putingnya menegak.. dan karena baju itu ternyata menempel erat bagian depan tubuhnya, bentuk dan lekuk tubuhnya keliatan sangat jelas. Seperti di cetak atau seperti mengenakan baju tipis yg basah…

“Coba kamu jelaskan, apa kelebihannya dan tunjukkan !”

Aku sdh belajar banyak soal produk produk ini, walaupun belum hafal seluruhnya tp aku ingat mengenai kelebihan baju ini..

“Ini pak, tdk perlu lama lama mengikat bagian belakangnya… seperti bisa dilihat bagian belakangnya terbuka tanpa tali.. sehingga proses operasi bisa langsung dilakukan”

Punggung ku bisa dilihat jelas oleh Charles, dia jg bisa melihat bekas tali beha yg membekas di punggung ku.

Lekuk punggungku mengalir kebawah dan hilang dibalik rok hitam ku.

“Semua ditopang dibagian depan dimana ada gel yg mudah menempel kulit tanpa membuat kulit iritasi” lanjut ku.

Pak Charles tersenyum tipis melihat lekuk toket ku , ia bahkan bisa melihat lekuk puting ku.

“Sekarang coba kamu peragakan kursi utk melahirkan itu!”
“Ehh..baik pak, sy ganti dulu ya pak?”
“Tdk perlu, jangan buang waktu”
“Ya pak” sembari berusaha naik ke kursi melahirkan yg agak tinggi itu, posisi kursinya miring, sehingga begitu duduk langsung aku terjatuh tersandar di kursi dan kakinya menggantung.

Tp bukan disitu posisi kaki yg seharusnya. Dia masih harus menaikkan lagi lebih tinggi. Dgn posisi paha menjepit ku meletakan kakinya lebih tinggi di tempat kaki yg ada ditengah. Aku berusaha menutupi isi roknya dgn cara menekan roknya.

Pak Charles berdiri dan mendekat begitu kaki ku sdh naik ke posisinya.

“Kamu lupa menjelaskan bahwa tangan ibu hamil dapat berpegangan di atas sini, sehingga mempermudah proses melahirkan!” sambil mengarahkan kedua tangan ku ke atas di atas kepalanya dimana disana ada pegangan.

Mata pak Charles melirik lekuk ketiak ku yg tampak sexy. Aku pun tampak pasrah tak berdaya.

“Dan ini harusnya tombol ini ditekan!” lanjut pak Charles.

Tombol itu mengerakan posisi kaki yg tadinya keduanya ditengah, sekarang melebar..

“Eh..” Aku kelabakan ketika tiba tiba kedua kakiku ditarik melebar, dan tampaknya pak Charles tdk berhenti berhenti menekan tombol itu,sampai kedua kakiku terbuka 130 derajat mekangkang.

Rokku yg berusaha kutahan otomatis terdorong naik oleh pahaku sendiri ke arah pinggang, dan bagian bawah rok-ku terdorong sampai ke pantatku.Celana dlm G-stringku pasti keliatan jelas bila pak Charles berputar kearah sini.

Dan benar… pak Charles berjalan santai memutari kursi dan berhenti pas di depan selakanganku yg terexpose.

“hmmm… ” sambil memandangi dgn leluasa paha mulus ku… melihat pori-poriku yg merinding…dan selangkangan ku, gundukan kecil ditengah yg hanya tertutup kain pas hanya menutup bibir bawah ku.

Dlm hati pak Charles mengguman ‘ WOW… sexy sekali… dan apa itu..ada basah-basah di selangkangannya..dan kayaknya ada spot basah di celana dalamnya, apa dia jg terangsang?’

Pak Charles melirik ke arah ku yg sedang menutup mataku.. aku sungguh malu. Segera pak Charles mengeluarkan HP cameranya dan klik.memotret selangkangan ku lengkap dgn wajah ku yg sedang menutup wajahnya.

Tanpa menurunkan ku dari posisinya pak Charles melanjutkan dgn memberikan termometer anus..

“sekarang coba peragakan cara penggunaanya, ingat sy mau kamu peragakan !”

Aku membuka mataku dan melihat termometer di tangannya.. ‘aduuh ini kan Rectal termometer’ pikirnya dlm hati.’apa baiknya aku pura-pura salah aja ya? tp nanti bisa-bisa aku dipecat, kalau aku dipecat bagaimana pembayaran cicilan rumah, mobil, bisa-bisa disita semua, dasar .. semua ini gara-gara suami tak berguna !’

“Begini pak” sambil berusaha mengarahkan termometer itu ke ketiaknya dan dijepitnya.
“BUKAAN ! Mana bisa itu dijepitkan disana ! jelas itu salah.. Kamu mau keluar dari pekerjaan ini ? atau kamu mau belajar cara yg benar ??, kalau kamu mau sy akan mengajari cara yg benar.” Pak Charles  ingin memastikan apakah dia bisa melanjutkan permainan ini atau tdk.

Aku sambil mengangguk dan memandang pak Charles menjawab dgn suara pelan “Sy mau belajar pak, sy siap”.

“Ini adalah rectal thermometer , kamu lihat ujungnya yg lebih gemuk dari biasanya dan lihat ujungnya yg tercover dgn stainless steel tampak lebih panjang.. sy akan tunjukkan cara pakainya” Sambil pak Charles memegang kedua paha ku dan mendorongnya mengkangkang lebih lebar.

Pak Charles melirik ku ingin melihat responnya. Aku pun sdh pasrah… dan hanya memejamkan mata dan nafasku tampak lebih cepat, bibirnya dikulum kedalam.

“Sy harus mendorong celana dlm ini ke samping..ehm..” diselipkannya jari telunjuk dan jari tengahnya ke dlm karet celana dlm g-string ku, dan kemudian ditariknya kesamping ‘WOW !!’ dlm hati pak Charles terkagum melihat pemandangan luar biasa dimana tampak rambut-rambut kemaluan ku.

Ditengahnya nampak dua gundukan bibir meqi ku yg mengapit sebuah butir itil, ditengahnya keliatan lubang kenikmatan itu, tampak basah, bahkan ada cairan bening mengalir ke bawah melalui tengah-tengah cepitan pantat putih ku, cairan itu berhenti pas di anus ku yg berwarna krem muda.

Aku terengah-engah, sensasi dlm kondisi tak berdaya dibawah otoritas pak Charles yg berkarisma membuat aku sedikit terangsang. Jari pak Charles entah sengaja atau tdk , sembari menarik celana dalamnya jg menyentuh bibir luar meqi ku.

Mata ku sayu menatap pak Charles yg sedang membasahi ujung thermometer ludah di mulut pak Charles.

Kemudian pak Charles menunduk sedikit, mengarahkan thermometer itu ke anus ku dan ketika ujung thermometer yg dinginitu menyentuh kulit anus ku, Aku sedikit melompat dan kakinya menegang..

“Ratna, ini satu pelajaran yg penting kamu harus dengar, bila pasien sedang tegang maka termometer akan sulit masuk, jadi sebaiknya di relax-kan dulu, begini caranya”

Pak Charles  mengambil kursi dan duduk pas didepan selangkangan ku kemudian… jari telunjuk pak Charles yg sdh basah dgn ludahnya sendiri di gosok gosokan memutar mengelilingi anus ku yg menegang dan menjepit erat.

Gerakan jari-jari nakal pak Charles ternyata membuat aku merasakan sensasi nikmat yg berbeda.. mulutnya sedikit terbuka, dan nafasnya tersengal sengal. Telunjuknya terus berputar sambil menekan-nekan anus ku.

Kenikmatan yg dibuatnya membuat aku semakin relax dan menerima jari itu, anusnya semakin renggang dan jarinya semakin bisa menekan lebih jauh.Setelah 2 putaran ‘bleeess’ jari itu masuk. Dan aku melenguh “Uhhhmm”, tubuhnya mengeliat, dadanya membusung sebentar.

Melihat itu pak Charles tdk menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja dia mendekatkan wajahnya ke meqi ku yg sudah basah itu, dan mencium aroma-nya yg wangi sebelum kemudian menjilat itilnya.

”uuuummmmhhh” Aku semakin mengeliat, dia berusaha melihat kebawah dan melihat kepala pak Charles sdh berada diantara kedua kakiku, sekarang aku tahu itu lidah pak Charles.

“Jangan..pak Charles …” suaraku lirih hampir tak terdengar.. Namun aku jg tak ragu. Pak Charles meneruskan memainkan lidahnya di itil ku. Aku kelonjotan nikmat dari lidah pak Charles membuatku lupa diri.

Sementara menjilati jari telunjuk pak Charles masih terbenam dan dijepit oleh anus ku. Jari itu bergerak maju mundur. Jilatan pak Charles semakin intens dan terkadang dihisapnya itil ku.

“ahhh…ohhh my… sshhh ahhhh”
“uhhhmmmmmmhhh mmmhhhh” Aku terus mendesah dan melenguh tak tertahankan.

Sampai akhirnya orgasme itu meledak di dlm tubuhku…

“ummmmhhhhhhhh haaaaahhhhhhh ahhhhh achhhhh” tubuhku kelonjotan meliuk-liuk.. tp pak Charles tak berhenti dan itu membuat aku semakin menyentak nyentak kenakan…sampai akhirnya rasa nikmat itu terganti dgn rasa geli yg luar biasa…
“Stooppp dulu pak …jangaaan…geli….” sambil tangan ku berusaha mendorong kepala pak Charles .

Pak Charles segera berdiri dan berjalan ke samping aku bersandar, segera ia buka celana panjangnya dan menarik keluar Penisnya yg sdh tegang dan berdenyut dari tadi. Diarahkannya penis itu ke wajah ku.

Aku seperti terhipnotis dgn Penis yg tegang dan berurat itu, segera ku pegang dan ku elus, aku mengaggumi bentuk dan ukurannya yg jauh berbeda dgn milik suamiku.

Pak Charles yg sdh tdk sabar merasa tdk cukup dgn elusan tangan ku. Ia memegang kedua pergelangan tangan ku dan menekannya dan menahannya dgn satu tangan di atas kepala ku.

Pak Charles ingin agar dia di sepong, tp setelah melihat aku dlm posisi seperti itu ia terhenti utk mengagumi wajah aku lekuk leherku.. bahuku yg keliatan putih mulus dan ketiakku yg bersih…

hmmmmm, pak Charles lalu menunduk dan mencium bibir ku, menjilat bibirku dan terus menjilat turun ke leher ku sampai ke ketiak ku… ia menciumi aromaku dan kemudian menjilat dgn rakus…

sesekali di hisapnya dan diciumi, daerah ini sensitive buat ku, seperti ada setrum yg mengaliri badanku dan mengalir memerintahkan meqiku utk mengeluarkan cairan lendir kenikmatan,

Pak Charles yg merasa terganggu dgn baju rumah sakit itu, dgn satu sentakan pak Charles menarik lalu melempar baju itu ke lantai. Ketika baju itu ditarik, Toket ku serasa ditarik sesaat kemudian dilepas lagi, bahkan toketku masih bergoyang sesaat kemudian.

Pak Charles berhenti sembari berdiri utk memandangi tubuh wanita setengah telanjang dihadapannya, toketku membulat nampak begitu ranum, dan puting kecoklatan warna khas orang asia, kulitnya putih mulus dan perutku tak nampak seperti seorang ibu, kakiku mulus dgn posisi mengkangkang di atas pegangan kursi yg memang di desain utk orang melahirkan.

Ia lalu menunduk lagi, kali ini sasarannya adalah puting yg dari tadi hanya dia lihat dari balik baju, kini bisa ia rasakan di dlm mulutnya… bisa ia kulum dan bisa ia hisap sepuasnya.

’Shhhh…ccrrrrppp…cruup…crrreepp’ hisapan-hisapan pak Charles menimbulkan bunyi-bunyian yg terdengar nikmat.

Bunyi itu diikuti lenguhan wanita yg dihisap putingnya

“mmmmppphhhhhhh…aahhh…ooohhhh….mmmpphhh oooohhh”

‘Crrrup srrrp ssshhhep’ puting ku dijilat dikulum di mainkan dgn lidah didalam mulut pak Charles.
Meqi ku semakin basah… lendirnya terus diproduksi karena rangsangan rangsangan pak Charles dan meqi itu serasa ingin disentuh, ingin di perhatikan dan di masuki.

Tp pak Charles masih ada rencana lain, dia berdiri tegak dan masih menahan kedua tangan ku diatas, ia mengarahkan penisnya ke arah bibir ku dan mengosokannya di mulut ku. Aku dgn pasrah memiringkan mukanya sambil membuka mulutnya dgn mata merem melek memandang pak Charles , Pak Charles pun segera mendorong penisnya masuk ke mulut hangat ku.

“OHHHH ENAK … MULUTMU ENAK BANGET…”
“Srrrp …ssrrrpp…crrp crpp” pak Charles mendorong maju mundur penisnya, seperti sedang mengentot mulut ku.

Dan semakin lama penis itu masuk semakin dlm.. menyundul tenggorokan ku, padahal baru 3/4 dari ukuran semuanya yg masuk, tp sepertinya aku sdh agak kelabakan..

“Emmmppphhh” sesekali aku seperti protes berusaha mundur menarik nafas.. tp hanya sesaat kemudian pak Charles kembali mengobok mulut ku dgn penisnya maju mundur.

Kali ini dgn tangan satunya memegang rambut bagian belakang kepala ku, ia menahan kepala ku agar tdk mundur, dan mendorong penisnya masuk seluruhnya..sampai hidung ku terbenam diantara jembut pak Charles.

Penis itu masuk ke tenggorokan ku dan tenggorokan itu seakan memijatnya ketika aku tersentak-sentak ingin menarik nafas. “Ugghh” Kenikmatan luar biasa membuat pak Charles mengulang-ulangnya.. sampai air liur ku menetes netes dan membasahi penisnya.

Kemudian pak Charles mengambil posisi berdiri di antara selangkangan ku. Ia menarik lagi g-string ku, kali ini dgn kasar sampai talinya putus.. dan melemparnya ke lantai.

Ia lalu menggesek-gesekan penisnya ke itil ku yg masih berdenyut nikmat.

“uhhmmm” aku masih merasakan sedikit geli tp enak.

kemudian dgn satu sentakan pak Charles membenamkan Penisnya kedalam lubang meqi ku yg segera menjepitnya…

“Ouuuggghhhhhh” lenguh pak Charles , diiringi desahan ku
“oooooooohhhhhmmmmmmhh”

Pak Charles mengentot ku dgn sentakan sentakan sampai toket ku turut bergoyang, melihat itu pak Charles yg gemas meremas toket kiri ku dan memilin puting toket kanan ku.

“aaahhhhh” “OHHH YESSS…RATNA…NIKMAT SEKALI”
“ceplak..ceplak..crp” Bunyi pinggul pak Charles menghantam pantat kenyal ku.
“Ohhhh…pak Charrrr…Lesssss…uhhmmmm ahhh”

Puas memilin puting toket ku, pak Charles ganti meremas-remas pantat ku, sesekali di ceplesnya pantat itu “PLAAAK”

“Aaach” Kemudian pak Charles menggosok-gosokan jempolnya di belahan pantat ku sambil terus mengeluar masukkan Penisnya yg keras ke dlm lubang meqi ku yg hangat dan basah.

Jempolnya menemukan area lunak yg sedikit keriput di antara belahan pantat ku, ia kemudian menekan jempolnya disitu.. sampai jempol itu masuk ke lubang pantat ku…

“aaaccchhhh..”
“OH YESSS !!”
“Ceplak crrrp crrp, PLAK!”
“oucchhh”

Akumengeliat geliat dan mendesah desah, kedua tangan ku memegang kedua toketku, karena goyangan yg begitu dahsyat membuat tubuh ku tersentak sentak oleh dorongan pak Charles.
“OHH YESSSHH…I’m fucking you ibu Ratna”
“pak..si..git…uhhh”

Tiba-tiba pak Charles memperlambat ritme dan menarik keluar penisnya yg basah dgn lendir ku. dan mencabut jempolnya dari lubang pantat ku. Ia mengarahkan penisnya ke lubang ku yg belum pernah dientot orang dan ketika kepala penis itu menekan lubang itu… Aku tdk meronta.. aku hanya menurunkan tanganku utk mengosok itilku sendiri.

Kepala penis itu pelan pelan masuk ke anus ku, dan sekarang sdh tdk nampak lagi dari luar.

“OHHHHH… SEMPIT BANGET…KAMU CANTIK SEKALI RATNA !”
“uhhhhhhhhhhhhhhh aaahhhhhh” dan pak Charles mendorong masuk keseluruhan penisnya.

Pak Charles memulai dgn gerakan-gerakan maju mundur kecil dan semakin lama semakin besar gerakan mengentot itu.

“Oooohhhhh…aaaaaaahhhhhhhhhhh” baru kali ini aku merasakan pantatku di entot. Seringkali suamiku minta utk main anal, tp aku tdk pernah mengijinkan. Kali ini dgn pasrah dan lepas kendali aku dientot oleh atasanku.

Aku terus memainkan itilku, dan pak Charles terus mengentot ku sambil menunduk tangannya meremas toket ku yg putih montok dan mulutnya mengulum,menyedot putingnya. Sensasi yg ditimbulkan tak tertahankan lagi bagi pak Charles dan ku. Bersamaan kami mencapai puncak orgasme!

“OOOOOHHHHHHHHH HHHHH FUCK YOU RATNA !! I LIKE YOU !! ARRRHHHH”
“uhhhhhmmm shhhhh Ohhh enaaaaaaaaachhhhh uhh hehh haahh” Aku mengeliat geliat merasakan orgasme yg luar biasa, mulutnya terbuka dan mataku terpejam. Pak Charles menyemprotkan cairan sperma hangat di dlm pantat ku..

“ahhhh hahhh…uhhhh ahhh” kami berdua terengah-engah dan badan pak Charles menindih badan ku… keringat mereka saling menyatu.

Pak Charles bisa mencium aroma wangi ku bercampur dgn aroma sex mereka. Penisnya masih didalam anus ku dan pelan pelan melunak sampai akhirnya penis itu keluar dgn sendirinya… cairan spermanya jg ikut tumpah menetes dari anus ku yg masih berdenyut denyut.

Pak Charles lalu berdiri mengambil Ponsel-nya di meja dan memotret ku yg telanjang bulat dan penuh keringat, dari lubang pantatku tampak putih-putih cairan yg keluar..

“Jangan pak !” Aku berusaha menutup wajahnya, tp sudaah terlambat, foto itu sdh diambil.
“Mulai sekarang kamu sy angkat jadi sekretaris sy! dan gajimu akan sy ajukan kenaikan 2 kali lipat”

Aku berusaha berdiri tp kakiku masih lunglai, aku berdiri sambil bersandar dikursi melahirkan itu

“terima..kasih..pak”

Ada rasa lega sekaligus kuatir di dlm diriku.

Aku memunguti pakaianku, sementara pak Charles hanya perlu memakai kembali celananya. Setelah itu pak Charles  mengeluarkan satu stel pakaian dari lemari dan kemudian diletakan di atas meja tengah.

”Itu seragammu! lepas semua rok dan celana dlmmu, disitu sdh ada lengkap dgn dlmannya, semua baru dan bersih, AYOO CEPAT… KITA DITUNGGU MEETING SEKARANG”

“Besok dan seterusnya, kamu akan masuk ke ruangan ini dan berganti baju seragammu, semua akan sdh disiapkan di loker itu, pulangnya kamu boleh ganti baju kamu lagi, tinggalkan saja baju seragammu di loker, akan ada yg mencucinya”
“iya pak”.. segera aku berganti dgn baju seragam yg baru diberikan..

Setelah semua dipakai aku tdk bisa melihat diriku sendiri, karena disana tdk ada cermin besar. Tp aku merasa sedikit kurang nyaman dgn rok ini, benar-benar rok mini, hanya satu setengah jengkal dari pusarku.

Aku sdh berusaha menariknya tp memang ukurannya hanya segitu, kalau utk pinggangnya karena ada karetnya, jadi tentu nyaman saja, hanya mini-nya ini bener bener dech.. udah gitu bagian samping rok kanan dan kiri ada slit (belahan) dgn ukuran setengah jengkal.

Bajunya cukup bagus, tp kutungan, dibagian tengah ada kerah yg cukup lebar dgn belahan agak rendah, push up bra yg tersedia malah membuat belahan dadaku semakin ditonjolkan. Kainnya putih dan cukup tipis.. beha hitam yg kupakai sedikit menerawang dari depan maupun belakang. Pusarku saja samar-samar jg terlihat.

Tp tdk ada waktu lagi, karirku baru saja dimulai dan aku harus menyelamatkan seluruh keluargaku dari bencana keuangan di tengah krisis ini. Ambisiku utk menjadi kaya sangat besar, dan ini mungkin pengorbanan yg diperlukan utk mencapai puncak kesuksesan.

“RATNA!” lamunanku terburai karena panggilan pak Charles.

Meeting pertamaku di ruangan itu ada 8 orang lain yg sdh duduk. Dan meeting itu dipimpin oleh pak Charles, ternyata pangkat dia tinggi jg. Semua nampak hormat sama dia, lebih dibilang menjilat.

Beberapa cowok melirik terus ke pahaku, aku memang kesulitan menahan belahan rok utk membuka ketika duduk, sehingga rok yg sdh mini ini makin terbuka aja. Tp semua berjalan lancar. Dan aku sdh dikenal sebagai sekretaris pribadi pak Charles.