Cerita Sex

Sex Dengan Kakak Pacarku

Kisah ini menceritakan tentang saya bernama Fajar dengan kakak pacarku Intan, sekarang usiaku 23 tahun kalau boleh pamer saya mempunyai ukuran batang pernis 17 cm lumayan panjang kan??? Hehehe, Intan merupakan Kakak dari Sinta pacarku dan tentunya dia lebih tua dari saya, mungkin umurnya 25 tahun secara postur dia memiliki tubuh yang lebih menarik dari sinta, ukuran toketnya 36 B saya kira bentuk pinggulnya padat, pantatnya semok dan langsing tentunya.

Pada waktu itu saya berniat mendatangi rumah pacarku (mengapeli) sekalian minta jatah kepadanya & juga karena pada malam minggunya saya ada acara bersama keluarga.Saat saya sampai kerumah pacarku dibilangan Ps.Minggu rupanya pacarku sedang pulang kampung bersama ortu & adik-adiknya ke palembang selama 16 hari karena kakeknya meninggal dunia & yang ada dirumah hanya Intan (Kakak perempuannya). Setelah saya tahu bahwasannya pacar saya tidak ada dirumah akhirnya saya minta izin kepada kakaknya.

Memek Kakaknya Lebih Nikmat, Namun kakaknya menganjurkan kepada saya agar saya mampir dulu kerumah sebentar & juga menemani ia main PS dirumah. Kebetulan waktu itu Psnya ada didalam kamar Intan. Saat saya sedang asyik main saya melihat ada sebuah kotak bekas kotak sepatu,

Saat saya buka saya kaget melihat isi didalamnya rupanya isi didalamnya terdapat alat bantu sex yang berbentu penis serta beberapa VCD Porno keluaran VIVID USA. Kakak saya pada waktu itu tidak mengetahui bahwasannya saya membuka kotak mainannya & saat saya ambil isinya serta saya tanyakan kepadanya.

“Apa ini Kak?” Langsung saja saya melihat expresi mukanya yang langsung memerah. Terus ia Jawab

“Mau tahu saja kau anak kecil”. Kakak selama ini tidak ada pelampiasan yach selama Kak Adit (Pacarnya = Awak Kapal) ada dilaut.

“Achhhh bisa saja kau” Jawabnya.,

“Kakak mau saya bantu gak” jawabku.,

Tanpa menunggu jawabannya langsung saja kusergap bibir seksinya itu sambilan saya memainkan toketnya. Setelah itu pelan-pelan tanganku menjalar masuk kedalam bajunya, kuraba pelan perutnya sampai kedalam Bhnya serta saya masukkan telunjuk tanganku kedalam roknya sambil meraba permukaan Cdnya.

“Fajar jangan Fajar, saya ini kakaknya Sinta”

“Kak Intan, saya ingin sekali ML sama kakak, apakah kakak nggak mau ML sama aku,” tanyaku.

“Aku bukannya nggak mau, tetapi saya malu sama kau”, jawabnya

Memek Kakaknya Lebih Nikmat

“Buat apa kakak maulu dengan aku, & juga dirumah ini gak ada orang lain yang tahu selain kita”, jawabku Perlahan-lahan saya ajak ia menuju ranjangnya & langsung saja kudekati & kuremas toketnya.

“Sabar dong…Buka dulu bajumu itu” Kubuka seluruh bajuku, kupeluk & kucium bibirnya.

“Wowww penismu besar sekali & panjang lagi, lebih mantap dari punyanya Mas Adit.” Tanganku meremas-remas toketnya yang montok.

“Isap doooong… Pintanya”. saya mulai menghisap .

“Achhh….terus…nikmat Fajar …oh, ayo….” saya semakin bernafsu mendengar desahannya itu, sekitar 5 menit saya menikmati toketnya.

Oh….sstt….jilat Mekiku Fajar …Pintanya sambil gemetaran. Bibirku langsung menjilati selangkangannya.

Lidahku menjilati Meki-nya yang super becek. Saat lubang kemaluan itu tersentuh ujung lidahku, saya agak kaget karena lubang Meki-nya itu selain mengeluarkan aroma mawar rasanya pun agak manis-manis legit, beda dengan Meki pacarku & dan teman wanitaku yang pernah saya jilat, sehingga saya betah menikmatinya.

“ardgg…arghh…enak banget Fajar, aku jadi merinding rasanya & kayaknya mau keluar5 lagi nich, aku suka banget nich, & lidah elo enak bangeeeet Fajar”. “Iya Kak, Fajar juga suka sekali rasanya, Meki kakak manis banget rasanya”.

Memek Kakaknya Lebih Nikmat

“Auuu….auuuu… Fajar …dddd”. Terasa ujung lidahku disemprot oleh sedikit cairan bersamaan dengan pantatnya yang diangkat tinggi menempelkan semua Meki-nya kemukaku.

“Fajarrr…Fajarrr….Kakak keluar raannn”. Bibir Meki-nya yang sebelah kutarik perlahan dengan bibirku, sambil kugigit dengan lembut.

Ia benar-benar menikmati. “Aduh-aduh enak banget Fajarrrr”. Lidahkupun mengaduk-aduk lubang Meki-nya yang sudah basah sekali.

“Fajarr ..sekarang Fajarrrr…” Segera saya naik keatas tubuhnya, ia juga sudah siap sekali dengan mengangkangkan lebar-lebar menunggu datangnya Fajar Junior.

Perlahan-lahan kugesek-gesek adikku dibibir Meki-nya, sengaja tidak langsung kumasuki lubang Meki-nya, saya hanya menggesek-gesek. Ia bertambah nafsu,

“Fajar, ayo Fajar, masukin Fajar, kakak butuh Fajar, ayo Fajar”. Tangannya segera memegang batang juniorku & segera dibimbingnya masuk kedalam lubang Meki-nya.

“Au… Fajar, ujungnya gede banget Fajar” katanya saat ia memegang ujung juniorku.

“inikan yang enak kak, kadi kakak gak mau nich, ya sudah kalau gak mau gak usah dimasukkin”.

“Jangan Fajar, mau Fajar, mau Fajar …cuman takut saja sebab pacar kakak punyanya kecil & pendek sekali”.

“Auchhh…auuuuu…” teriaknya saat adikku mulai masuk kedalam mekinya, terasa seret sekali”.

“Aduh… Fajar …sakit…enak…sakitt…en akkkkk”.

Memek Kakaknya Lebih Nikmat

“Sakit apa enak kak?” “Tahulah Fajar, ada sakit sedikit & enaknya bukan main rasanya, rasanya sampai keujung mulut rahimku Fajar”.

Pelan kuajun juniorku keluar masuk Meki-nya, baru beberapa sodokan ia sudah menjerit,

“Fajar …Fajarrrr…kakak keluar…Fajarrr…auuuu…auuuu…”

“Yach, baru begitu saja sudah keluar” Jawabku, Terasa sekali kepala adikku dihisap & dipelintir oleh Meki-nya yang enak sekali, terasa sekali otot meki-nyamasih kencang, sambil kutusuk terus meki-nya, saya tetap menghisap pentil susunya yang begitu indah.

“Slrupp…slrupp..” Terdengar setiap saya menarik & menekan Meki-nya.

“Kak gantian kak, kakak diatas yach”

“Yach Fajar, tapi ajarin yach”. Sekarang posisiku ada dibawah , ia segera naik keatas perutku & dengan segera dipegang nya juniorku sambil diarahkan ke Meki-nya.

Kulihat Meki-nya indah seklai dengan bulu-bulu pendek yang membuat rasa gatal & enak waktu bergesekkan dengan Meki-nya.

“Auuuuu…enak banget kak Meki kakak”.

“Sekarang gantian Fajar yang kakak bikin enak yach” katanya sambil memutar pantatnya yang bahenol , rasanya batang juniorku mau patah saat diputarnya juniorku di dalam Meki-nya dg berputar makin lama makin cepat.

“Auuu…kak…enak bangettt kak….” Akupun bangun sambil mulutku mencari pentil susunya , segera kukemut & kuhisap.

“Fajar.. Fajar …ini bisa bikin kakak keluar lagi nich Fajar …rasanya mentok sekali Fajar” memang dengan posisi ini terasa sekali ujung juniorku menyentuh peranakan nya.

“Ech..ech….” Suaranya setiap kali saya menyodok meki-nya.

“Fajar..ayo Fajar, kakak mau keluar lagi nich” “Tahan kak saya juga mau keluar nich”. Segera kugenjot mekinya dengan cepat .

Ia seperti keserupan setiap ia naik turun diatas juniorku yang jepit oleh Meki-nya.

“Kak…saya mau keluar kak…”

“Ayo Fajar kakak juga mau nich”

“Auuuu….kakkkk” “yach Fajarrrr…. Kakak juga mau keluar nich…..achhhh….achhhh” Kupeluk erat ia sambil menyemprotkan semua maniku kedalam Meki-nya. “Fajar …aduhhhh enak banget Fajar … Fajar punya enak banget”

“Kau punya juga enak kak, bodoh benar pacar kakak meninggalkan kakak demi pekerjaannya dilaut, belum tentu 1 tahun ia bisa pulang.

” Diapun segera rebah diatas badanku, kami berdua lemas, sambil tidur diatas badanku, kuelus terus dari kepala sampai kepantatnya dengan lembut. “Makasih yach Fajar, kakak sudah lama menahan nafsu”.

“Saya juga kak”.

“Janji yach Fajar, kakak mau lagi kalau kau memintanya kepada kakak”.

“Siiip dech kak, tapi hati-hati yach jaga rahasia kita berdua dari Sinta yach kak”.

“OK, Fajar”.

Selama 16 hari tersebut kami bebas melakukan hubungan sex dengan kakak pacarku dirumahnya & setelah itu kami melakukannya diwaktu senggang & diluar/dihotel. & juga saya tidak lupa meminta jatah kepada pacarku setelah pulang dari palembang.

Related Post